Logo Header Antaranews Sumbar

Pakistan Tahan 147 Pemrotes di Kota-Kota Punjab

Selasa, 19 Agustus 2014 15:49 WIB
Image Print

Multan, Pakistan, (Antara/Reuters) - Saat protes-protes di Islamabad memasuki hari kelima, Selasa, polisi Pakistan mengatakan mereka menahan sekitar 150 pendukung dari para pemimpin protes pada Senin malam di Provinsi Punjab dalam satu tindakan tegas menjelang demonstrasi luas di ibu kota itu. Pemimpin oposisi Imran Khan dan ulama garis keras Tahir ul-Qadri memimpin puluhan ribu pendukung mereka dari Punjab ke Islamabad dalam usaha untuk menggulingkan Perdana menteri Nawaz Sharif, yang mereka tuduh melakuan kecurangan dalam pemilu dan korupsi. Protes-protes itu telah membuat tekanan kuat pada pemerintah sipil yang berusia 15 bulan yang telah berusaha mengatasi pengangguran yang tinggi, pengurang ang pasokan listrik hampir setiap hari dan pemberontakan Taliban. Protes-protes itu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan mengenai stabilitas politik Pakistan, satu negara yang memiliki senjata nuklir berpenduduk 180 juta jiwa dan mengalami sejarah kudeta-kudeta. Polisi di Punjab, provinsi Pakistan yang paling kaya dan paling banyak penduduknya, menahan 147 pendukung Khan dan Qadri Senin malam untuk mencegah mereka bergabung dengan protes-protes di Islamabad, kata Inspektur Rana Hussain di kota Sargodha. Khan, seorang bintang internasional kriket, Senin mngatakan ia akan memimpin protes memasuki "Zona Merah" ibu kota, satu daerah tempat kedutaan-keduataa Barat dan menteri-menteri penting pemerintah, Selasa. Pemerintah sebelumnya mengatakan para pemrotes tidak diizinkan memasuki darah itu. Lokasi dijaga banyak polisi dan pasukan paramiliter dan ditutup dengan peti-peti kemas dan pagar kawat berduri. Pemerintah tidak mengatakan apakah Khan akan dapat memasuki Zona Merah itu atau tidak. Qadri mengatakan ia akan menemui para pendukungnya kemudian Selasa untuk mempertimbangkan apakah akan bergerak bersama Khan. Protes-protes mereka sejauah ini tetap terpisah karena para pendukung yang berbeda dan rncana-rencana apa yang harus dilakukan jika harif mundur. Khan juga mengumumkan bahwa partainya, terbesar ketiga di negara itu, akan menarik 34 kuri mereka di Majelis Nasional dan di seluruh provinsi selain Khyber Pakhtunkwa, yang dikuasai partainya. Khyber Pakhtunkwa, yang berbatasan dengan Afghanistan, dan pusat pembrontakan Taliban. Pengumuman Khan berarti Pakistan aka menyelenggaraka satu pemilihan sela. Polisi memperkirakan jumlah para peserta protes srkitar 55.000 orsng trmasuk banyak wanita dan anak-anak. Khan telah menyeru kepada para pendukungnya untuk membawa keluarg mereka dalam unjuk rasa itu. Surat-surat kabar Pakistan mengecam Khan, dengan banyak tajuk renacaa menuduh ia berusaha melakukan provokasi satu konfrontasi setelah gagal mengumpulkan jumlah suara anggota parlemen yang diperlukan untuk mengguingkan Sharif. Sejauh ini militer yang berpengaruh di negara itu tetap diam mengenai aksi protes-protes itu. Beberapa pengamat yakin Khan dan Qadri akan meningkatkan tantangan mereka karena hubungan Sharif dengan militer memburuk dalam bulan-bulan belakangan ini, nampaknya menyebabkan pemerintah sipil itu terkucil. Akan tetapi, Sharif, seorang pebisnis konservatif yang berjanji untuk mengatasi krisis ekonomi dan listrik meraih kemenangan besar dalam pemilu tahun lalu, menguasai mayoritas kursi di parlemen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026