
Widjonarko: Kekurangan Tenaga Kendala Lifting Minyak Cepu

Jakarta, (Antara) - Plt Kepala SKK Migas Johannes Widjonarko mengatakan kekurangan tenaga terlatih membuat lifting minyak di Blok Cepu terkendala sehingga mempengaruhi target lifting minyak nasional 818 ribu barel per hari. "Salah satu kendalanya adalah kurangnya tenaga terlatih untuk menggarap Blok Cepu," kata Widjonarko di Jakarta, Senin. Dia mengatakan kekurangan itu diperparah dengan banyaknya proyek yang secara bersamaan harus dikerjakan. "Kami sangat kekurangan tenaga dan jumlahnya sangat terbatas. Selain itu, dari tenaga yang ada terpecah untuk beberapa proyek yang bebarengan di tempat lain seperti di Sumatera Selatan bersama Conoco Phillips. Ada juga Blok Natuna dan proyek South Belut," katanya. Lebih lanjut, banyak tenaga yang belum kunjung kembali setelah libur Idul Fitri. "Ada beberapa hal yang menjadi kebiasaan seperti para tenaga sehabis lebaran tidak balik. Kendala itu membuat lifting minyak menjadi mundur," katanya. Menurut Widjo, Blok Cepu memiliki potensi lifting optimal hingga sebesar 900 ribu bph sampai tahun depan. Akan tetapi, faktor terbatasnya tenaga membuat potensi untuk eksploitasi itu sulit untuk dicapai. Widjo memperkirakan pada Agustus ini merupakan periode puncak dari sumur minyak di Cepu. Kendati demikian, lifting minyak untuk periode produktif di kawasan itu menjadi melambat. Belum lagi ditambah persoalan keterlambatan perijinan di kawasan tersebut sekitar empat bulan. "Salah satu alasan mundurnya lifting minyak itu karena terkendala komunikasi dengan otoritas pemda sehingga mundur empat bulan," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
