
Aksi "Window Dressing" Pacu Performa IHSG

Jakarta, (ANTARA) - Aksi "window dressing" perlahan tapi pasti mulai dilakukan, dan hal ini terlihat dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan sesi I, Selasa, sehingga berada di area positif. Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang di Jakarta, Selasa mengatakan, emiten dan "fund manager" tampaknya mulai menata langkah mereka agar posisi portofolio atau laporan keuangan terlihat cantik (window dressing) di akhir periode 2012. "Kenaikan IHSG ini juga seiring penguatan bursa regional," katanya. Tercatat sektor saham yang mengalami penguatan dipimpin sektor konsumer sebesar 0,9 persen, perkebunan dan infrastruktur masing-masing sebesar 0,6 persen, sementara sektor saham yang mengalami koreksi di antaranya properti sebesar 0,9 persen, infrastruktur 0,7 persen. Pada perdagangan sesi I, Selasa, IHSG ditutup menanjak 12,20 poin (0,28 persen) menjadi 4.314,81, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 naik 4,06 poin (0,55 persen) menjadi 735,71. Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 105.909 kali pada volume 2,80 miliar lembar saham sebesar Rp2,57 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 98 saham turun dan sisanya 83 saham tidak bergerak. Untuk saham yang mengalami kenaikan antara lain PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) yang menanjak Rp1.000 menjadi Rp10.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp450 menjadi Rp57.000 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp450 menjadi Rp39.850. Sementara saham yang mengalami pelemahan di antaranya PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) yang turun Rp250 menjadi Rp8.000, PT ABM Investama Tbk (ABMM) merosot Rp150 menjadi Rp2.775 dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah Rp150 menjadi Rp5.900. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
