Kagama: Indonesia Dapat Menjadi Pusat Peradaban Dunia

id Kagama: Indonesia Dapat Menjadi Pusat Peradaban Dunia

Yogyakarta, (ANTARA) - Indonesia dapat menjadi pusat peradaban dunia baru di masa depan jika bangsa ini bersatu dan bergotong royong berdasarkan Pancasila, kata Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Sunjoto. "Musuh utama Bangsa Indonesia adalah perpecahan internal karena egoisme kedaerahan, golongan, dan agama," katanya di Wisma Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Yogyakarta, Selasa. Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, Indonesia pernah menjadi pusat peradaban dunia saat era Mataram Hindu-Buddha yang melahirkan peradaban Borobudur, Prambanan, Majapahit, dan Sriwijaya. "Pada zaman modern, selama hampir 20 tahun Indonesia pernah menjadi pelopor dalam Gerakan Non-Blok yang mempunyai anggota 101 negara non-blok di dunia. Angkatan Perang Republik Indonesia termasuk disegani di Asia pada era 1960-an," katanya. Ia mengatakan perubahan geopolitik saat ini sudah terjadi dan sejarah akan berjalan. Saat ini era Amerika Serikat telah menurun, Eropa krisis, Timur Tengah terus bergejolak, sehingga kemunculan lagi era Asia perlu disambut Indonesia. "Kagama optimistis Bangsa Indonesia akan muncul kembali jika tiga krisis dilampaui, yakni krisis identitas, krisis persatuan, dan krisis tindakan nyata," katanya. Menurut dia krisis identitas dapat teratasi jika seluruh bangsa kembali melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 sehingga dapat menegakkan kembali semangat berdikari di bidang politik dan ekonomi serta berkepribadian dalam bidang kebudayaan. "Krisis persatuan harus diselesaikan dengan pendekatan kebudayaan. Secara bersama-sama saat ini kita harus menegakkan kembali wibawa negeri ini di mata internasional dengan memperkuat persatuan dan kepribadian Indonesia serta melakukan langkah nyata," katanya. Ia mengatakan tindakan nyata diperlukan untuk merealisasikan cita-cita Bangsa Indonesia yang tercantum dalam konstitusi, yakni Pembukaan UUD 1945. "Kagama meyakini perubahan pola pikir bangsa akan dan harus terjadi melalui pendekatan kebudayaan dalam arti luas termasuk pendidikan. Kesejahteraan diupayakan melalui jalur agraria dan kemaritiman," katanya. Berkaitan dengan hal itu Kagama akan menyelenggarakan seminar "Indonesia dalam Percaturan Global Menyongsong Pergeseran Peradaban Dunia", di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM Yogyakarta, 14 Desember 2012. "Pembicara kunci dalam seminar itu adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Laksamana TNI Purnawirawan Slamet Soebijanto," katanya. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.