
PM Turki Tuduh Presiden AS-Sisi Sebagai Orang Kejam

Ankara, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat, mencela Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi sebagai seorang yang kejam, dan mengatakan Kairo tidak dapat diandalkan untuk merundingkan satu gencatan senjata dengan Israel. "Apakah As-Sisi satu bagian (bagi gencatan senjata)? As-Sisi adalah seorang yang kejam," kata Erdogan kepada wartawan. "Ia tidak berbeda dari yang lainnya," katanya. Ia menambahkan bahwa para penguasa Mesir sekarang lah yang menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza --yang dikuasai gerakan HAMAS. Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukri mengatakan pernyataan-pernyataan Erdogan itu "tidak dapat diterima". "Mereka tidak mempunyai hubungan dengan kejadian-kejadian di Jalur Gaza dan tidak membantu melindungi penduduk Gaza," kata Shoukri dalam satu jumpa wartawan di Kairo dengan timpalannya dari Italia Federica Mogherini. Erdogan seharusnya mendorong semua pihak yang terkait bagi satu gencatan senjata di Jalur Gaza, kata Shoukri. Hubungan antara Ankara dan Kairo tegang sejak militer Mesir menggulingkan presiden Mohamed Moursi dalam apa yang disebut Erdogan berulangkali itu merupakan satu "kudeta". Pertikaian itu memuncak pada November, ketika para penguasa militer Mesir mengusir duta besar Turki karena dukungan Erdogan bagi Moursi, yang memicu tanggapan balasan dari Ankara. Erdogan, yang menyatakan dirinya sebagai pemimpin Muslim internasional yang berbicara secara terus terang bagi hak-hak Palestina, mengatakan mendukung satu usul satu gencatan senjara yang diusulkan Mesir akan berarti mensahkan pemerintah di Mesir. "Mesir bukan satu pihak dalam konflik itu. Mereka berusaha mengabsahkan (pemerintah As-Sisi) di Mesir. Tidak ada pemerintah sah. pemerintah itu tidak sah," katanya. Ia mengecam usaha-usaha Israel yang tidak melibatkan HAMAS. "HAMAS adalah satu pihak di sana," katanya. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
