
Unama Kutuk Pemboman Bunuh Diri di Afghanistan

Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Misi PBB di Afghanistan, Selasa, mengutuk pemboman bunuh diri pada pagi hari yang sama sehingga merenggut sejumlah nyawa dan mencederai puluhan orang lagi. "Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan bunuh diri hari ini di Kabupaten Urgun di Provinsi Paktika, Afghanistan Tenggara, yang menewaskan sedikitnya 43 warga sipil, termasuk delapan anak kecil," kata misi itu di dalam satu pernyataan. "Serangan tersebut juga melukai tak kurang dari 95 warga sipil, termasuk banyak anak kecil. Jumlah korban jiwa itu membuatnya jadi serangan paling buruk tahun ini," katanya. Seorang pria meledakkan bom mobil di bazaar di Kabupaten Urgun, menewaskan sedikitnya 43 warga sipil saat mereka sedang berbelanja. Laporan awal menunjukkan penyeran tersebut meledakkan bomnya lebih diri setelah polisi mendeteksi peledak di dalam kendaraannya, kata pernyataan itu. "Serangan hari ini selama Ramadhan --yang mestinya dijalani dengan semangat perdamaian dan kasih sayang-- mesti dikutuk dengan sekeras-kerasnya dan pelakunya harus dimintai pertanggung jawaban," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB bagi Afghanitan dan Kepala UNAMA Jn Kubi di dalam pernyataan tersebut. Faksi Taliban membantah mereka terlibat dalam serangan itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. "UNAMA menyampaikan belasungkawa sepenuh hatinya buat mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai dalam serangan ini dan berdoa agar mereka yang cedera segera sembuh," kata pernyataan tersebut. Lebih dari 1.560 warga sipil tewas dan hampir 3.290 orang lagi cedera dalam konflik dan serangan pimpinan Taliban selama enam bulan pertama 2014, kata satu laporan UNAMA yang dikeluarkan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Rabu (9/7). Menurut laporan itu, jumlah anak kecil yang jadi korban bertambah 34 persen selama enam bulan pertama 2014 jadi 1.071, termasuk 295 korban tewas dan 776 cedera. Sementara itu, jumlah perempuan yang menjadi korban naik 24 persen jadi 440 --148 korban tewas dan 292 cedera. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
