
Prabowo-Hatta Menang Mutlak di Beberapa TPS

Padang Aro, (Antara) - Calon presiden nomor urut 1 Prabowo-Hatta menang mutlak di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Solok Selatan. Ketua TPS 4 Sangir Yulisman, di Padang Aro, Rabu, mengatakan jika pencoblosan dan penghitungan suara di tempatnya sudah selesai dan Prabowo-Hatta unggul mutlak dari Jokowi-JK. Pada TPS 4 Sungai Aro Nagari Lubuak Gadang Timur Kecamatan Sangir Prabowo-Hatta memperoleh 206 suara sedangkan Jokowi-JK hanya 60 suara. "Kita sudah selesai melakukan penghitungan pukul 14.00 WIB dan hasilnya Prabowo-Hatta mengungguli Jokowi-Jk dengan selisih yang cukup jauh," katanya. Dia mengatakan, antusias warga di TPS tersebut tidak terlalu buruk yaitu dari 351 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 82 yang tidak memberikan hak suaranya. "Dari 351 DPT hanya 82 yang tidak memberikan hak suaranya sedangkan yang dinyatakan tidak sah hanya tiga lembar," jelasnya. Selain itu pada TPS 5 Sangir juga masih dimenangi oleh Prabowo-Hatta dengan selisih yang cukup signifikan. Pada TPS 5 tersebut calon presiden Prabowo-Hatta memperoleh 232 suara sedangkan Jokowi-JK hanya 60 suara. Petugas pada TPS 5 Endang mengatakan, jika jumlah DPT di TPS tersebut yaitu sebanyak 382 pemilih dan yang memberikan hak suaranya berjumlah 293 orang dan hanya satu suara yang tidak sah. Sedangkan pemilih yang tidak berpartisipasi pada TPS 5 sesuai DPT hanya 89 orang. Sedangkan pada TPS 24 Koto Tinggi dengan jumlah DPT mencapai 546 yang memberikan hak suaranya hanya 319 orang. Pada TPS 24 capres dan cawapres Prabowo-Hatta juga menang dengan selisih cukup jauh dari pasangan Jokowi-JK. Di TPS 24 pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 262 suara sementara Jokowi-JK sebanyak 57 suara dan sebagian besar masyarakat sekitar tidak menggunakan hak pilihnya. Komisioner KPU Solok Selatan Nila Puspita mengatakan, jika partisipasi pemilih di daerah itu pada pilpres berkemungkinan menurun jika dibandingkan dengan saat pileg. "Jika saat Pileg hampir setiap jorong memiliki calon sehingga ada kepentingan yang diwakili tetapi pada pilpres hal demikian tidak ada sehingga warga enggan datang ke TPS," katanya. (*/rik)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
