
Perum Peruri Genjot Ekspansi Usaha Uang Digital

Jakarta, (Antara) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia melakukan ekspansi bisnis dari percetakan uang kartal ke uang digital melalui anak usahanya, PT Peruri Digital Security (PDS) dengan investasi sekitar Rp50 miliar. "PDS dikembangkan sebagai bentuk antisipasi bakal berkurangnya pesanan pencetakan uang di dalam negeri sejalan dengan meningkatnya penggunaan uang elektronik beberapa waktu ke depan," kata Dirut Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesiab (Perum Peruri) Prasetio, saat acara Buka Puasa Bersama Jurnalis di Jakarta, Kamis. Menurut Prasetio, peluang PDS sangat besar terutama untuk menyasar pasar produksi dokumen-dokumen sekuritas berbasis teknologi digital seperti e-passport, smart card, chip plastic card, contactless card, dan berbagai produk lainnya. Ia menjelaskan, investasi PDS digunakan antara lain untuk pembangunan data center, membangun kerja sama dengan mitra strategis dan pengadaan mesin-mesin elektronik. Selain itu dana PDS juga untuk mengembangkan empat lini bisnis, meliputi Smart Card Production & Personalization, Digital Security & Sertificate of Authority of Transactions, Card Management System & Smart Loyalty Management System serta E-Authentication & Validation. Ia optimistis, PDS akan menjadi salah satu perusahaan pengembangan digital money terkemuka di tanah air. Untuk memperbesar dan memperluas layanan sistem pembayaran secara digital (digital payment system), PDS menjalin kerja sama dengan mitra strategis seperi PT Wahyu Kartumasindo International, PT Cipta Sriganti Lestari. Selanjutnya, PT Multipolar, PT Jati Piranti Solusindo, PT Angkasa Pura I Logistik, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, GHL Malaysia, serta Hard Rock Cafe Jakarta. Prasetio mengakui, pengembangan PDS masih relatif lambat. Meskipun sudah didirikan sejak September 2011, namun baru bisa memberikan kontribusi positif terhadap induk perusahaan. "Persiapan PDS terus kami genjot, sehingga diharapkan bisa menghasilkan pada awal 2015," kata Prasetio. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
