
Infobank: Industri Asuransi Umum 2014 Melambat

Jakarta, (Antara) - Majalah Infobank memperkirakan industri asuransi umum pada 2014 akan melambat, dan hanya mampu mencapai pertumbuhan 15 persen dibanding 2013 yang tumbuh 18 persen. "Kita lihat gross domestic product atau GDP, prediksinya cuma di kisaran lima persen. Industri ini sangat terpengaruh oleh GDP dan beberapa faktor lainnya. Dengan GDP itu, pertumbuhannya paling 15 persen," kata Wakil Pemimpin Redaksi Infobank, Karnoto Mohammad di Jakarta, Kamis, terkait hasil "Rating 1234 Asuransi Versi Infobank. Pada 2013, menurut data InfoBank, premi bruto untuk industri itu memang cukup baik, yakni jika diakumulasikan menjadi Rp40,82 triliun dibanding Rp34,37 triliunm pada 2012. Namun, lanjut Karnoto, pada 2014, laju pertumbuhan premi bruto perusahaan diperkirakan akan melambat karena GDP 5,8 persen yang diperkirakan akan turun, meskipun masih berada di kisaran lima persen. Selain itu, kinerja sektor rill juga akan berdampak pada pelambatan industri itu. "Kami melihat siklusnya, asuransi umum akan melambat dari 18 persen tahun lalu," ujar dia. Salah satu perusahaan asuransi umum, Asuransi Bangun Askrida, menyatakan industri asuransi umum memang terus menghadapi tantangan-tantangan hebat salah satunya terkait kebijakan moneter dan juga sentimen global. Namun, menurut dia, Askrida memiliki laju bisnis yang berbeda karena segmen pasar perusahaan lebih menyasar ke daerah-daerah dibanding kota-kota besar. Dia mengatakan Askrida menargetkan pertumbuhan premi bruto sebesar 25 persen menjadi Rp1,8 triliun, dan laba sebelum pajak 31 persen menjadi Rp180 miliar. "Sedangkan pertumbuhan investasi delapan persen," ujar dia. Sementara itu, untuk industri asuransi jiwa, dia memperkirakan, industri dapat tumbuh 10 persen pada 2014, dengan ditopang semakin tingginya pendapatan masyarakat dan pemulihan pasar modal yang menopang pengembangan perusahaan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
