Logo Header Antaranews Sumbar

Polri Intensif Antisipasi Ancaman Teror Jelang Pilpres

Selasa, 1 Juli 2014 14:58 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Kepolisian Republik Indonesia melakukan langkah antisipasi secara intensif terhadap ancaman serangan teror menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014. "Kita terus melakukan antisipasi penanganan teroris di negara ini, dan terus melakukan pengembangan terhadap para teroris yang terlebih dahulu tertangkap," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Ronny Franky Sompie Jakarta, Selasa. Dikatakannya, sebagai bentuk antisipasi teroris, Polri terus melakukan pencegahan agar tidak terjadi kasus teror di Indonesia dan semua bisa berjalan lancar, aman serta tertib. Pihak Polri juga mengambil langkah preventif dengan cara menelusuri terhadap informasi yang masuk dan menangkap setiap pelaku terduga sebagai kelompok pengacau keamanan negara. "Beberapa waktu lalu kita telah menangkap dua orang yang diketahui sebagai kelompok teroris, dan dari tangan mereka kita sita bahan-bahan yang berkaitan dengan terorisme di antaranya sasaran-sasaran untuk mengacau keamanan," ucap mantan Kapolwiltabes (Polrestabes) Surabaya itu. Ronny juga mengharapkan kepada masyarakat untuk bisa bekerja sama dengan pihak kepolisian, dengan memberikan informasi-informasi terkait kehadiran orang yang tidak jelas di wilayahnya. "Masyarakat harus lebih aktif dalam memberikan informasi karena polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya bantuan dari masyarakat," kata pria yang pernah menjabat Dir Reskrim Polda Sumatera Utara itu. Sampai saat ini kondisi dan situasi Indonesia dalam keadaan kundusif menjelang pelaksanaan Pilpres 2014. Polri mengerahkan personel sebanyak 254.000 dari 408.000 kekuatan guna menjaga keamanan pada Pilpres 2014. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026