
Pakar Apresiasi Pemimpin Utamakan Etika Kepemimpinan

Jakarta, (Antara) - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengapresiasi pemimpin nasional yang mengutamakan etika dalam kepemimpinannya. "Pemimpin yang mengutamakan etika tidak hanya mengutamakan kelompoknya tapi betul-betul mengutamakan kepentingan rakyat," kata Margarito Kamis di Jakarta, Jumat. Margarito mencontohkan, pemimpin nasional yang mengutamakan etika misalnya BJ Habibiie. Pada masa pemerintahan Soeharto periode terakhir Habibie adalah wakil presiden, dan ketika terjadi reformasi pada 1998, Presiden Soeharto kemudian mendelegasikan jabatan presiden kepada BJ Habibie. Namun saat itu, kata dia, rakyat menuntut agar segera dilakukan pemilu ulang untuk memilih pemimpin nasional yang baru. "Habibie yang saat itu menduduki jabatan sebagai presiden, bisa saja menolak untuk mempertahankan jabatannya hingga 2002," katanya. Margarito menilai, Habibie yang berjiwa negarawan dan mengutamakan etika dalam kepemimpinannya, tidak mau mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok tapi lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Karena itu, kata dia, Habibie mengakomodasi desakan publik yang meminta agar segera dilakukan pemilu ulang. "Setelah dimusyawarahkan bersama MPR RI, akhirnya diputuskan diselenggarakan pemilu legislatif pada 1999 dan Habibie memilih tidak mencalonkan diri lagi menjadi calon presiden," katanya. Margarito berharap, calon presiden yang tampil pada pemilu presiden 2014 memiliki jiwa negarawan dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
