
Dolar Datar di Asia Setelah Pertemuan FED

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar bergerak di kisaran sempit di Asia pada Kamis, diapit oleh pembelian saat melemah dan tekanan jual setelah Federal Reserve AS mempertahankan kebijakan pelonggaran moneternya tidak berubah. Greenback berada di 101,90 yen di Tokyo, hampir datar dari 101,91 yen di New York pada Rabu. Euro dibeli 1,3591 dolar dan 138,50 yen, dibandingkan dengan 1,3593 dolar dan 138,52 yen. Dolar mulai merosot setelah keputusan Dewan Federal Reserve, ketika dewan mengumumkan tidak akan ada percepatan kerangka waktu untuk meningkatkan suku bunga. Bank juga menegaskan kembali kebijakannya untuk mengurangi stimulusnya sekaligus mempertahankan kebijakan moneter "sangat akomodatif". Tetapi penjualan didorong oleh langkah yang sebagian besar dibatalkan oleh pengimpor Jepang membeli unit pada tingkat yang menarik, kata Shinji Kureda, kepala kelompok perdagangan valas di Sumitomo Mitsui Banking Corp. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) "tidak memberikan insentif untuk menjual dolar, sehingga membatasi penurunan (dolar/yen)," kata Kureda Dow Jones Newswires. Penguatan pasar ekuitas juga menyemarakan semangat investor dan mendorong pembelian dolar, kata para analis. Indeks saham Nikkei Tokyo berakhir 1,62 persen lebih tinggi pada Kamis, setelah Wall Street menguat. Dolar melemah terhadap unit Asia-Pasifik lainnya, jatuh ke posisi 1,2483 dolar Singapura dari 1,2537 dolar Singapura pada Rabu, menjadi 1.018,60 won Korea Selatan dari 1.023,08 won dan menjadi 43,88 peso Filipina dari 43,99 peso. Greenback juga turun menjadi 11.923,80 rupiah Indonesia dari 11.994,00 rupiah, menjadi 32,41 baht Thailand dari 32,54 baht, menjadi 59,93 rupee India dari 60,13 rupee dan menjadi 29,98 dolar Taiwan dari 30,02 dolar Taiwan. Dolar Australia menguat menjadi 94,02 sen AS dari 93,35 sen,sedangkan yuan Tiongkok berpindah tangan pada 16,36 yen terhadap 16,42 yen. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
