Logo Header Antaranews Sumbar

Lembaga Kemanusiaan Berusaha Bantu Setengah Juta Pengungsi Irak

Selasa, 17 Juni 2014 20:20 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Misi Bantuan PBB buat Irak melaporkan sebanyak setengah juta orang telah kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran di Kota Mosul, Irak Utara, 300.000 di antara mereka telah pergi ke Erbil dan Dohuk, Wilayah Kurdistan Irak. "Lebih dari 100 keluarga berlindung di satu kamp di Erbil, tempat lembaga PBB dan mitra mereka menyediakan bantuan, termasuk pasokan makanan dan air," kata Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB, dalam satu taklimat harian di Markas PBB, New York. "Makin banyak tempat dan tenda akan didirikan di Dohuk untuk menampung jumlah keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan bertambah." "Di dalam Mosul, sebanyak 25.000 orang yang kehilangan tempat tinggal telah mengungsi di sekolah dan masjid," kata Haq sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. "Banyak orang tak memiliki akses ke air minum sebab stasiun utama penjernihan air telah hancur akibat pemboman." Gerilyawan merebut kota terbesar kedua di Irak, Mosul, Ibu Kota Provinsi Nineveh, pada Selasa (10/6) pekan lalu, setelah berhari-hari pertempuran melawan pasukan Pemerintah Irak. Pada Rabu, gerilyawan menculik konsul jenderal Turki dan beberapa staf konsulat yang bekerja di kota itu, tindakan yang memicu pengutukan masyarakat internasional. "Program Pangan Dunia (WFP) dan lembaga lain PBB, yang terus melakukan penilaian kebutuhan, melaporkan kelangkaan pangan di toko dan pasar di berbagai daerah Mosul dan Kurdistan," kata Haq. "WFP berencana meningkatkan reaksi tanggap-daruratnya untuk menjangkau orang yang kehilangan tempat tinggal dan lebih rentan terhadap kekerasan." Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) prihatin terhadap resiko kesehatan, termasuk penyebaran campak dan polio, katanya. "Campak adalah wabah di Mosul dan telah beredar laporan mengenai kasus baru polio di Irak tahun ini, sebagai akibat dari krisis di Suriah." WHO telah memperkuat sistem peringatan dini dan reaksi penyakitnya di Mosul dan Kurdistan, kata Haq. "WHO juga meluncurkan kegiatan darurat vaksinasi campak dan polio buat orang yang kehilangan tempat tinggal di Erbil dan Dohuk." (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026