
Harga Minyak Dunia Diperdagangkan Bervariasi

London, (Antara/AFP) - Harga minyak dunia bervariasi pada Selasa, karena para pedagang mempertimbangkan pasokan yang cukup terhadap data yang menunjukkan permintaan kuat dari negara-negara konsumen energi terbesar dunia, kata para analis. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 17 sen menjadi 102,64 dolar AS per barel. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli turun 18 sen menjadi 108,32 dolar AS per barel pada akhir transaksi di London dibandingkan dengan tingkat penutupan Senin. "Kerugian minyak mentah Brent dapat dikaitkan dengan banyaknya pasokan karena produksi OPEC diperkirakan tetap tinggi," kata Dorian Lucas, seorang analis di konsultasi energi Inenco. Namun demikian, minyak mentah berjangka tetap didukung oleh data manufaktur positif dari Amerika Serikat dan Tiongkok. "Pasar minyak saat ini difokuskan pada data manufaktur dariAmerika Serikat dan Tiongkok," Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, mengatakan kepada AFP. "Tetapi kita melihat beberapa premi risiko yang terkait dengan Ukraina karena krisis terus berlarut-larut dengan perkembangan baru telah sedikit berdampak," kata McCarthy. "Itu yang meredam setiap faktor kenaikan pada minyak." Pasukan pemerintah dan gerilyawan pro-Rusia telah terlibat dalampertempuran selama berminggu-minggu di Ukraina timur, tetapi pertempuran tersebut sejauh ini tidak meluas menjadi perang sipil penuh di negara bekas-Soviet itu. Barat menuduh Rusia mengobarkan kerusuhan di tetangganya sejaktersingkirnya Presiden pro-Kremlin Viktor Yanukovych pada Februari. Moskow membantah tuduhan tersebut. Investor khawatir meningkatnya konflik di Ukraina, saluran untuk seperempat impor gas Eropa dari Rusia, akan mengganggu pasokan dan mengirim harga energi melonjak. Rusia menyumbang hampir 40 persen impor gas Uni Eropa, dengan setengah dari jumlah itu dikirim melalui jaringan pipa di Ukraina. Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan bahwa lebih dari 48 triliun dolar AS (35 triliun euro) harus diinvestasikan hingga pada 2035 untuk memenuhi kebutuhan energi global, karena teknologi saat ini "offline" dan permintaan di negara-negara berkembang meningkat. Dalam sebuah laporan yang diluncurkan di London pada Selasa, IEA mengatakan perluasan pasar gas global, sebagian besar berkat perbaikan dalam metode ekstraksi tidak konvensional, akan menurunkan harga secara signifikan karena biaya transportasi dan infrastruktur tinggi. Lembaga yang berbasis di Paris itu memperkirakan bahwa dua triliun dolar AS per tahun akan perlu diinvestasikan hingga pada 2035, sebuah kenaikan sebesar 400 miliar dolar AS dari 2013. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
