Warsawa, (ANTARA/AFP) - Pelatih Polandia Waldemar Fornalik pada Senin menampik anggapan publik yang meremehkan tim asuhannya saat tim berjuluk "O-czerwoni" itu bertemu Inggris dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Inggris. Polandia sadar akan sejarah timnya yang baru sekali mengalahkan Inggris dan enam kali seri dalam 17 pertemuan antara keduanya. Akan tetapi, pelatih Fornalik menganggap hitungan itu tidak akan berarti saat "O-czerwoni" melangsungkan laga di Stadion Kazimierz Gorski, Polandia. "Pertemuan Polandia dan Inggris selalu terlihat sebagai pertandingan yang sangat penting termasuk pertandingan yang akan dilangsungkan," kata Fornalik. Dia menyadari bahwa calon lawannya merupakan tim berkelas. Namun dia percaya dengan kelayakan timnya untuk menghadapi tim berjuluk "The Three Lions". Tuan rumah berada dalam kepercayaan diri yang baik setelah pada Jumat memperoleh kemenangan 1-0 atas Afrika Selatan. Maka dari itu, Polandia bisa saja memberikan kejutan kepada timnas Inggris seperti yang pernah mereka lakukan pada tahun 1974. Pelatih saat itu, Kazimierz Gorski mampu membawa Polandia menang atas Inggris di Wembley saat melangsungkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1974. Skuad Polandia sendiri sekarang diperbandingkan dengan timnas asuhan Gorski yang mampu mencapai tempat ketiga dalam final PD 1974 di Jerman Barat. Akan tetapi, tim yang kini dilatih Fornalik itu tetap dianggap sebagai lawan yang lumayan berat. Polandia tergabung di grup H bersama Ukraina, Montenegro, Moldova dan San Marino. Tim O-czerwoni itu memulai persaingan mendapatkan tiket final PD 2014 Brazil setelah bulan lalu bermain seri melawan Montenegro 2-2 dan menang atas Moldova 2-0. Fornalik yang sepanjang karirnya menghabiskan waktu sebagai pelatih di liga Polandia masih berjuang menjawab kritik atas penampilan buruk timnya saat menjadi tuan rumah EURO 2012. "Dua tim akan bertarung demi mendapat tiga poin," katanya. Dia berpedoman pada pepatah " jika anda berpikir bermain seri maka kamu akan kalah, tapi jika kamu berpikir menang maka hasilnya seri". "Kami tidak boleh melupakan itu. Masalah adalah tidak dapat mengalahkan Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Dan sekarang kami melakukan pendekatan yang berbeda," kata Fornalik. Dia mengatakan bahwa tidak cukup apabila sekedar mengatakan timnya harus menang. "Kami perlu untuk keluar dari tekanan dan melakukan yang terbaik agar bisa benar-benar menang," kata pelatih Polandia itu. Tim Fornalik sendiri tidak dapat diperkuat kapten Kuba Blaszczykowski yang juga bermain untuk klub Jerman Borussia Dortmund. Gelandang yang menjadi kapten Polandia itu harus absen karena cedera angkel. Posisinya harus diganti oleh pemain bertahan Marcin Wasilewski. Pemain dari klub Anderlecht berusia 32 tahun itu mengungkapkan betapa pentingnya pertandingan melawan Inggris. "Saya selalu memiliki emosi berlebih untuk laga semacam ini. Saya menyukai permainan Liga Primer Inggris dan timnasnya. Bermain di sana menjadi keinginan saya tetapi sadar umur sudah tidak memungkinkan lagi" kata Wasilewski. Permainan Polandia dianggap buruk setelah mereka tersingkir di babak grup EURO 2012. Pemain Anderlecht itu mengatakan bahwa pertandingan pada Selasa akan menjadi pemicu positif bagi mental timnas. "Pertandingan semacam itu sangat diperlukan terutama melawan tim sekelas Inggris," katanya. Wasilewski menyadari laga tersebut berupakan bagian dari kualifikasi sekaligus permulaan yang tidak banyak menentukan apapun. "Tetapi hasil pertandingan itu akan menjadi awal yang baik," kata dia. (*/sun)