Padang Panjang, (Antara) - Akibat ingin mendahului sebuah truk dan tidak dapat menghindari iring-iringan rombongan ketua PKK Provinsi Sumatera Barat dengan pengawalan kepolisian, minibus Tranex dengan nomor polisi BA 7943 FU jurusan Padang-Bukittinggi mengalami kecelakaan di Jalan Sutan Syahril Silaing Bawah Padang Panjang, Selasa sekitar pukul 08.30 WIB. Akibat peristiwa tersebut, minibus yang dikemudikan Amrizal (41) terbalik sebelum menabrak mobil PJR dengan nomor polisi 122539 III yang dikemudikan Brigadir Riki Suwendi (34). Tiga orang penumpang minibus Tranex dan satu orang penumpang mobil PJR harus bawa ke rumah sakit karena mengalami luka berat dan ringan. Informasi yang dihimpun dilapangan di lokasi kejadian, mobil Tranex yang datang dari arah Bukittinggi menuju Padang tersebut terjebak macet di lokasi kejadian tepatnya di dekat Rumah Makan Jaya Bersama Padangpanjang. Saat Tranek ingin mendahului truk, dari arah berlawanan datang mobil rombongan dari provinsi dengan pengawalan polisi, sehingga kecelakaan tidak dapat terelakan. "Tranek mencoba menghindar hingga oleng dan menabrak mobil sedan PJR dan tranek terbalik di lokasi," sebut Rano, salah seorang warga tengah berada di lokasi kejadian pertama (TKP). Warga yang mendengar adanya kecelakaan tersebut langsung mendatangi lokasi dan memberikan bantuan pertolongan kepada korban untuk dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Padangpanjang. Dewi (22), salah seorang seorang penumpang mini bus Tranex yang menjadi korban kecelakaan tersebut mengungkapkan, minibus yang ditumpanginya dari Bukittinggi sebelum kecelakaan memang hendak mendahui truk akibat macet, tiba-tiba mobil rombongan yang dikawal Polisi dari arah berlawanan datang. "Sopir kami panik, mencoba menghindar. Dan menghentikan mobil, namun mobil kami oleng dan terjadi trabarakan kemudian mobil kami terbalik," ujarnya. Dewi yang duduk sebelah kiri Tranex mengalami benturan keras di kepala hingga memar. Posisi paling kiri membuat dirinya ditimpa penumpang lainnya. "Mobil terbalik ke kiri, selain benturan keras, kaki kanan saya terjepit dan luka," sebutnya. Sementara Kapolres Padang Panjang AKBP Djoni Hendra melalui Kasat Lantas AKP Eliswantri membenarkan telah terjadinya kecelakaan di Jalan Raya Padang Panjang kawasan Silaing Bawah. "Kecelakaan itu tidak mengalami korban jiwa, namun empat dari penumpang telah mengalami cidera parah dan tengah menjalani perwatan intensif di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang Panjang," katannya. Eliswantri menambahkan, terkait tabrakan antara Tranek dengan mobil PJR rombongan istri Gubernur yang telah mengakibatkan empat korban tersebut dari hasil olah TKP yang dilakukan mobil Tranex yang dikemudi Amrizal adalah penyebab dari kecelakaan tersebut. Dalam kejadian tersebut, katanya, sopir Tranex diduga kuat telah lalai dalam mengemudi dan menimbulkan kerugian. "Sopir Tranek kami ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakan itu," katanya. "Kami telah melakukan evakuasi dan mobil telah kami amankan di Mako Polres Padang Panjang. Sementara atas peritiwa itu telah terjadi antrian panjang untuk beberapa saat. Setelah melakukan evakuasi kondisi kembali aman dan terkendali," terangnya. Sementara salah seorang dokter di RS Ibnu Sina, Yuni yang menangani pasien kecelakaan mengatakan, empat dari pasien dua diantaranya Andrizal dan Nelfia mengalami cidera parah. "Untuk pasien Nelfia, dari hasil rontgen telah terjadi pergeseran tulang pinggul dan telah terjadi pendarahan dalam. Untuk itu pasien aka segera di rujuk ke M.Jamil Padang," terangnya menyebutkan untuk pasien lainnya masih dalam perawatan lebih lanjut. Sementara korban kecelakaan yang tengah menjalani perwatan diantara nya Nelfia (23) asal Bukittinggi, Restu Fauzi (30) asal Ampek Angkek, Dewi Anggraini (22) asal Bukittinggi, Andrizal Yunaldi (34) asal Padang salah sorang penumpang mobil Patwal PJR yang dikemudikan oleh Brigadir Riki Suwendi (34) salah seorang anggota Polri. (ben)

Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026