Medan, (Antara) - Dilaporkan 130 rumah di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Deli setelah menerima curah hujan pada Sabtu (28/12) malam. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Nirwan di Medan, Minggu, mengatakan, luapan Sungai Deli yang menggenangi rumah warga tersebut mulai terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Namun karena hujan lebat terus turun, luapan Sungai Deli tersebut semakin tinggi menjelang pukul 24.00 WIB yang menyebabkan genang air semakin tinggi. "Ketinggian air yang menggenangi rumah warga itu mencapai satu meter," katanya. Namun menjelang Minggu siang, genangan air tersebut mulai surut sehingga warga yang rumahnya tergenang mulai kembali ke tempat tinggal masing-masing. "Pada Minggu siang, kondisi mulai terkendali sehingga tidak perlu evakuasi karena warga mulai kembali ke rumah masing-masing," kata Nirwan. Genangan air yang cukup tinggi juga terjadi di Jalan Asoka, Kecamatan Medan Selayang disebabkan curah hujan lebat yang terjadi pada Sabtu malam tersebut. Namun genangan air yang melanda ruas jalan dan sebagian besar halaman rumah warga tersebut bukan disebabkan luapan sungai, tetapi karena faktor sistem drainase yang tidak berfungsi. "Drainasenya kurang berfungsi, air tidak dapat mengalir sehingga menggenangi ruas jalan dan halaman rumah warga," ujar Nirwan. Debit air yang hampir menimbulkan luapan sungai terjadi di kawasan Kecamatan Medan Marelan dan Medan Labuhan yang menerima aliran dari Sungai Deli dan Sungai Babura. "Namun, kawasan Marelan dan Labuhan agak tinggi sehingga sungainya belum sampai meluap," katanya. (*/jno)


Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2024