Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menerapkan sistem emong kepada anak-anak berprestasi yang kesulitan membiayai kuliah pada penerimaan mahasiswa baru 2026.
"Sengaja kami terapkan agar anak-anak berprestasi namun kesulitan biaya bisa tetap kuliah setinggi-tingginya dan menggapai cita-cita mereka," kata Rektor Efa Yonnedi usai acara alumni Fakultas Hukum Unand di Padang, Minggu.
Ia mengatakan dalam menerapkan sistem itu pihak kampus terlebih dahulu melihat data dan profil para mahasiswa yang lulus dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) yang telah diumumkan pada 31 Mei 2026.
"Jalur ini kemudian kami lihat dan telusuri, apakah ada mahasiswa yang telah lulus tapi kesulitan biaya karena faktor ekonomi keluarga," jelasnya.
Ia menerangkan selain penelusuran secara internal, pihak kampus juga menampung informasi dari masyarakat tentang kondisi ekonomi calon mahasiswa.
"Setiap informasi yang masuk kami dalami kondisinya, jika memang benar-benar kesulitan maka akan kami tindaklanjuti supaya memperoleh bantuan, atau beasiswa" katanya.
Rektor mengatakan dengan sistem tersebut Unand telah memfasilitasi dan membantu dua calon mahasiswa yang diterima di Fakultas Kedokteran Unand pada tahun ini.
Kedua calon mahasiswa itu berasal dari daerah Sumbar, yaitu satu mahasiswa dari Singkarak, Kabupaten Solok, sedangkan satu lainnya dari Kota Padang.
"Kondisi ekonomi kedua calon mahasiswa ini memang betul-betul sulit, sehingga kami respon dan fasilitasi. Mereka akan mendapatkan beasiswa sampai tamat," katanya menerangkan.
Ia mengatakan dua calon mahasiswa itu dibantu lewat pendanaan sosial yang dimiliki oleh kampus Unand yang berlokasi di Limau Manis, Padang.
Berdasarkan penelusuran internal, pihaknya juga menemukan permasalahan ekonomi beberapa calon mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Mentawai yang lulus dari jalur SNBP.
"Ada calon mahasiswa asal Mentawai yang lulus namun belum mendapatkan beasiswa, untuk kasus ini saya telah memfasilitasi untuk proses registrasi sambil mencarikan alternatif beasiswa terhadap mereka," katanya.
Efa berharap kebijakan yang dilakukan oleh pihaknya itu dapat mengatasi persoalan ekonomi yang bisa mengandaskan mimpi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.