Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 125 warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, mengungsi ke dua bangunan sekolah imbas banjir setinggi dua meter yang merendam permukiman warga.
"Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) dengan 123 jiwa terdampak banjir di Kebon Pala mengungsikan diri di SDN 01 dan 02 Kampung Melayu," kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur Ali Kojim saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Luapan Kali Ciliwung diketahui kembali menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Permukiman warga di Kelurahan Kampung Melayu terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 225 sentimeter (cm) pada Jumat siang.
"Air mulai meluap dan masuk ke permukiman warga sejak Rabu (28/1) sore. Hingga Jumat pagi, ketinggian air masih mengalami kenaikan di sejumlah titik," ujar Ali.
Dia menjelaskan di Jalan Kebon Pala II RW 04, tepatnya di RT 12 dan RT 13, banjir merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai 100 cm pada pukul 05.00 WIB.
Air meningkat menjadi 150 cm pada pukul 06.00 WIB. Di lokasi ini, tercatat 44 KK atau 125 jiwa terdampak banjir.
Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Jalan Kebon Pala II RW 05 yang meliputi RT 10 dan RT 11. Ketinggian air tercatat mencapai 135 cm pada pukul 05.00 WIB, lalu naik menjadi 185 cm satu jam kemudian.
"Di wilayah ini, banjir berdampak pada 54 KK atau 192 jiwa," ucap Ali.
Selain Kebon Pala, banjir juga merendam Jalan Tanah Rendah RW 007, yang meliputi RT 001, 002, 003, 004, 005, 008, 015, dan 016.
Ketinggian air di kawasan tersebut terpantau stabil di angka 70 cm sejak pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.
"Akibat banjir yang terus menggenangi permukiman, BPBD Jakarta Timur menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga terdampak," tutur Ali.
Dia mengungkapkan banjir tersebut merupakan dampak dari kondisi hulu Sungai Ciliwung yang sebelumnya mengalami peningkatan status Siaga.
Berdasarkan kronologis kejadian, pada Rabu (28/1) pukul 06.00 WIB, Bendung Katulampa mengalami kenaikan status menjadi Siaga 3. Selanjutnya, pada pukul 15.00 WIB, Pos Pantau Depok juga naik ke status Siaga 3.
"Sekitar pukul 17.00 WIB, air Kali Ciliwung mulai meluap dan memasuki permukiman warga di Kampung Melayu," ungkap Ali.
BPBD Jakarta Timur terus melakukan pemantauan di lokasi banjir serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan darurat.
Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih terjadi dan ketinggian air dapat kembali meningkat.
Sebelumnya, luapan Kali Ciliwung yang dipicu hujan lokal kembali menyebabkan banjir di 38 RT wilayah Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai tiga meter pada Jumat pagi.
"Banjir merendam 38 RT di dua kecamatan, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga tiga meter lebih. Penyebab banjir di seluruh lokasi adalah luapan Kali Ciliwung yang diperparah hujan lokal," kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur Ali Kojim, Jumat.
Seperti diketahui, hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (29/1) malam hingga Jumat pagi menyebabkan kenaikan air semakin tinggi.
Hingga pukul 06.00 WIB, banjir meluas di dua kecamatan, lima kelurahan, dan 13 RW, dengan 581 KK atau 1.830 jiwa terdampak.