Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat jajaki peluang membuka layanan keimigrasian di daerah itu dalam upaya memudahkan masyarakat.
"Kehadiran layanan keimigrasian di Pasaman Barat sangat dibutuhkan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan masuknya investor," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto saat menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat Narudin di Simpang Empat, Kamis.
Yulianto mengatakan Pasaman Barat memiliki kebutuhan layanan keimigrasian yang cukup tinggi. Selain tingginya jemaah haji dan umroh juga ada belasan perusahan kelapa sawit di daerah itu.
"Selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan ke Bukittinggi untuk mengurus paspor maupun keperluan imigrasi lainnya dengan empat jam perjalanan. Tentu ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan," ujar Yulianto.
Ia berharap, ke depan layanan keimigrasian dapat hadir di Pasaman Barat sehingga memudahkan masyarakat, sekaligus mendukung pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) serta tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat Nurudin mengatakan kunjungannya ke Pasaman Barat bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus melihat potensi pelayanan keimigrasian di Pasaman Barat.
Menurutnya, secara geografis jarak pelayanan keimigrasian dari Pasaman Barat tergolong cukup jauh, sehingga diperlukan kajian untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, baik dalam pembuatan paspor maupun pengawasan orang asing.
“Kami melihat potensi apakah ke depan pelayanan imigrasi dapat diwujudkan dalam bentuk unit kerja keimigrasian atau melalui pelayanan jemput bola,” jelasnya.
Ia menyebutkan apabila pelayanan keimigrasian dapat disediakan langsung di Pasaman Barat, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah, antara lain penyediaan lahan, bangunan, operasional, serta sarana pendukung lainnya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, kehadiran layanan imigrasi juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.