Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan sebanyak 65 industri kecil dan menengah (IKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin), agar pelaku bisa menjalankan usahanya dalam mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, Budi Perwira Negara di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan ke 65 IKM tersebut telah diusulkan ke Kemenperin untuk mendapatkan bantuan mesin dan peralatan.
"Kita telah mengusulkan 65 IKM ke Kemenperin dan rencananya bakal diverifikasi oleh tim kementerian dalam waktu dekat," katanya.
Ia mengatakan tim kementerian bakal melakukan verifikasi ke 65 IKM yang diusulkan pascabencana melanda daerah itu.
Ini berdasarkan Instruksi Menteri 01/2026 tentang Pemulihan Industri Kecil di Daerah Terdampak Bencana.
Setelah verifikasi dilakukan, maka ditentukan penerimaan manfaat yang bakal mendapatkan bantuan mesin dan peralatan dari pemerintah pusat.
"Saat ini data yang kita usulkan belum final dan berharap seluruh IKM disetujui Kemenperin semuanya," katanya.
Ia menambahkan ke 65 unit IKM itu tersebar di Kecamatan Palupuh sebanyak 20 unit, Palembayan 27 unit dan Tanjung Raya 18 unit.
Industri kecil dan menengah tersebut bergerak bidang jahit bordir, anyaman, gambir, pengolahan ikan, kerajinan tangan, kue dan lainnya.
Bencana banjir bandang, banjir dan tanah longsor melanda Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan 65 unit IKM tersebut terdapat, sehingga pelaku IKM kesulitan mendapatkan bahan baku, peralatan usaha rusak, sumber bahan baku rusak dan lainnya.
Akibatnya, ke 65 unit IKM tersebut mengalami kerugian sekitar Rp723 juta.