Lubuk Basung (ANTARA) - Aktivitas ekonomi dan jual beli di Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai kembali normal setelah sebelumnya terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Dari pantauan di Pasar Maninjau, Selasa (27/1/2026), terlihat sejumlah pedagang sibuk melayani para pembeli.

"Alhamdulillah, terjadi peningkatan pembelian dan peningkatan terjadi semenjak dua minggu setelah bencana banjir bandang melanda daerah itu," kata salah seorang pedagang Pasar Maninjau Azwar Chan (42) di Lubuk Basung, Selasa.

Ia mengatakan peningkatan pembelian terjadi dua minggu setelah kejadian atau pada awal Desember 2025.

Hal itu dipicu karena pedagang tidak begitu banyak yang berjualan, akibat jalan Kelok 44 lumpuh total setelah tertimbun tanah longsor.

Ditambah posko para relawan juga banyak di Kecamatan Tanjung Raya untuk memberikan pertolongan, sehingga mereka membutuhkan bahan kebutuhan pokok untuk dimasak.

"Disini sedang ada Posko Polri, Posko TNI, posko lainnya dan ditambah masyarakat sekitar," katanya.

Ia mengakui peningkatan penjualan terjadi sekitar 20 persen dibandingkan sebelum bencana alam.

Biasanya cabai habis hanya 40 kilogram dan setelah bencana 50 kilogram, bawang merah 25 kilogram dan sekarang 35 kilogram, kentang 40 kilogram dan sekarang 50 kilogram dan lainnya.

"Kebutuhan posko Polri sekitar lima kilogram cabai, kentang 10 kilogram, bawang dua kilogram setiap hari pasar pada Rabu," katanya.

Untuk harga, tambahnya ada yang naik dan turun. Harga cabai naik dari Rp40 ribu dan minggu lalu Rp30 ribu per kilogram, tomat Rp16 ribu dan minggu lalu Rp12 ribu per kilogram, bawang Rp35 ribu dan minggu lalu Rp28 ribu per kilogram, kentang Rp15 ribu dan minggu lalu Rp12 ribu per kilogram dan lainnya.

Sementara pedagang lainnya, Masri (57) menambahkan saat bencana banjir bandang melanda Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, penjualan tidak begitu banyak.

Bahkan warga sempat berhamburan keluar pasar saat banjir melanda daerah itu, karena jarak pasar dari Sungai Batang Muaro Pisang hanyak sekitar 100 meter.

"Banjir bandang juga sampai di jalan pasar tradisional tersebut dan ke dalam pasar tidak masuk, karena lokasi tinggi," katanya.