Bukittinggi (ANTARA) - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi hari ini, Minggu (25/1). Petugas pengamat Gunung Api (PGA) di Bukittinggi menyebut erupsi berlangsung selama 28 detik.
"Telah terjadi erupsi Marapi pada jam 14:32 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27.5 mm dan durasi 28 detik," kata petugas PGA, Ahmad Riffandi dalam laporannya.
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta tetap mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat hujan.
"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)," kata Ahmad Riffandi.
PGA meminta seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
"Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi yaitu Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar dan Agam," kata Ahmad.
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Marapi, mengungkap letusan kali ini tidak terdengar jelas suara dentumannya.
"Namun bisa terlihat tinggi letusan jelas dari arah Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam ini. Di sini cuaca panas terik, semoga tidak menghasilkan kabut asap," kata warga, Widia (38).