Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat kembali memberlakukan masa belajar selama enam hari dalam satu minggu setelah sebelumnya sempat diubah menjadi hanya lima hari sejak 2023.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Kamis (22/1) menyampaikan hasil evaluasi terhadap kebijakan lima hari sekolah telah dilakukan oleh Disdikbud bersama tim kajian. Dari hasil evaluasi itu, direkomendasikan agar kembali ke sistem enam hari.
"Setelah evaluasi, kita putuskan pelajar SD dan SMP di Bukittinggi, kembali sekolah selama enam hari, Senin sampai Sabtu dan dimulai Senin 26 Januari 2026," kata Ramlan.
Wako menyampaikan, sekolah enam hari bertujuan untuk memaksimalkan waktu anak anak untuk belajar di sekolah. Sehingga, semakin banyak waktu bagi anak anak untuk mendapatkan pelajaran formal di sekolah mereka.
"Jadi hasil evaluasi bersamapun mengungkap anak-anak terlalu banyak santai dan bermain saat pemberlakuan sekolah enam hari," kata Ramlan.
Ia menyampaikan, rapat evaluasi dan rencana kerja ini penting sebagai upaya memperkuat arah pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan di Kota Bukittinggi.
Wako menegaskan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, estetik, serta tertata dengan baik agar proses belajar mengajar berlangsung menyenangkan.
"Kami berharap rapat kerja ini semakin menguatkan sinergi antar satuan pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan dalam mewujudkan Generasi Gemilang di Kota Bukittinggi. Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan anak-anak untuk hidup di zamannya, di tengah tantangan disrupsi digital serta dinamika moral dan sosial dalam dunia pendidikan," ungkapnya.
Wako berpesan, agar guru tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan upaya preventif dan pelayanan maksimal melalui penciptaan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, kondusif, serta memberikan keteladanan. Komunikasi dengan orang tua juga harus diperkuat sehingga terbentuk sinergi dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Albertiusman menambahkan, rapat evaluasi 2025 dan rapat kerja 2026 ini, digelar untuk menjamin akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2025 sekaligus menyusun perencanaan yang terarah dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah Tahun 2026.
"Rapat kerja ini menjadi forum evaluasi kinerja pada urusan pendidikan dan kebudayaan serta wadah konsolidasi dalam merumuskan kebijakan dan langkah perbaikan guna meningkatkan mutu layanan publik," katanya.
Albertiusman berharap melalui kegiatan ini tersusunnya gambaran capaian kinerja Tahun 2025, teridentifikasinya permasalahan strategis beserta alternatif solusi, tersusunnya kerangka rencana kerja Tahun 2026 yang lebih fokus dan berdampak, serta terbangunnya kesamaan persepsi dan komitmen antar unsur dinas dan satuan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan reward kepada 22 siswa berprestasi yang berasal dari 12 cabang lomba dan kejuaraan, terdiri dari 5 siswa berprestasi tingkat nasional dan 7 siswa berprestasi tingkat provinsi. Pemberian reward ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan prestasi peserta didik secara berkelanjutan.