Simpang Empat, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyusun tiga program unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat Ikhwanri di Simpang Empat, Sumbar, Jumat, mengatakan tiga program unggulan daerah itu adalah Gerakan Pengembangan Masyarakat (Gerbang Mapan), Generasi Muda Kreatif (Gen MK dan Pasaman Barat Go Digital (Pagoda).
Dia menyebutkan program Gerbang Mapan atau gerakan pengembangan masyarakat pantai dilatarbelakangi bahwa hampir 41,62 persen dari total produksi perikanan tangkap Provinsi Sumbar berasal dari produksi perikanan tangkap di laut Kabupaten Pasaman Barat.
Sehingga, perlu ditingkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir melalui pengolahan hasil laut dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selanjutnya, perlu dikembangkan kawasan pantai sebagai pusat ekonomi kreatif dan wisata bahari berbasis kearifan lokal.
Lalu, untuk program Generasi Muda Kreatif (Gen MK) dilatarbelakangi karena ekonomi kreatif menunjukkan kontribusi yang semakin menguat selama periode 2020 hingga 2024.
Rasio kewirausahaan terus meningkat mengindikasikan munculnya wirausaha- wirausaha baru dari kaum milenial dan gen Z.
"Begitu pula Pasaman Barat yang memiliki sejumlah event budaya dan atraksi tahunan yang potensial sebagai sumber pendapatan bagi pelaku usaha UMKM," katanya
Untuk program Pasaman Barat Go Digital (Pagoda) dilatarbelakangi karena digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan namun merupakan keharusan agar bisnis bisa bertahan di tengah gempuran teknologi yang berkembang pesat.
Bisnis digital juga menyediakan ruang yang sangat besar bagi UMKM lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas hingga pasar global.
Digitalisasi bisnis merupakan sebuah tantangan dan peluang yang menarik bagi pelaku UMKM, khususnya dari generasi milenial dan gen z.
Ketiga program daerah itu, katanya berupa inovasi dan telah disusun secara lengkap hingga strategi pelaksanaan serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan menjadi pelaksana nantinya.
"Perlu dukungan pemerintah provinsi dan seluruh stakeholders lainnya," harapnya.
Dia menjelaskan pada akhir 2024 laju pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat mencapai angka 4,08 sedangkan target di tahun 2025 di angka 4,68 dan di akhir tahun 2030 diharapkan mencapai 5,83.
Pertumbuhan ekonomi itu berpedoman terhadap struktur produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku (PDRB ADHB) sebesar 66,15 persen berasal dari tiga sektor yaitu pertama, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Kedua, sektor perdagangan besar dan eceran serta ketiga sektor industri dan pengolahan.
"Mudah-mudahan tiga program ini bisa meningkatkan perekonomian nantinya," harap dia.