Puskesmas Hanya 10 Persen Mengobati
Senin, 19 November 2012 18:30 WIB
Padang Aro, Sumbar, (ANTARA) - Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan Rossa Yulfiano menyatakan bahwa Puskesmas hanya berfungsi 10 persen untuk mengobati.
"Sedangkan sisanya lebih banyak untuk antisipasi seperti masalah gizi, kesehatan ibu dan anak, sosialisasi tentang berbagai pencegahan penyekit," katanya, di Padang Aro, Senin.
Sosialisasi yang dilakukan oleh petugas Puskesmas tersebut dilakukan secara berkala dan rutin setiap bulan seperti di sekolah, posyandu.
Sedangkan pada musim hujan seperti sekarang, katanya, sosialisasi dalam upaya pencegahan penyakit lebih di intensifkan.
"Karena di musim penghujan seperti sekarang ini berbagai penyakit seperti malaria, demam berdarah (DBD) dan diare mudah menyerang masyarakat. Oleh sebab itu sosialisasi pencegahan lebih di tingkatkan," ujarnya.
Ia mengatakan, pada triwulan III di Solok Selatan ditemukan tujuh kasus malaria, 25 DBD dan juga terdapat 48 tersangka kasus rabies.
"yang terbaru ditemukan pada Oktober tiga orang positif DBD oleh petugas kesehatan dan pada saat dilakukan pengecekan ke lokasi tidak ditemukan jentik," jelasnya.
Menurut dia, kemungkinan tiga kasus DBD di Kecamatan Sangir Jujuan tersebut datang dari luar atau saat penderita tersebut di luar kawasan tempat tinggalnya.
Ia mengimbau supaya masyarakat lebih meningkatkan kebersihan dan selalu waspada terhadap penyakit pada musim hujan.
Kewaspadaan tersebut seperti menguras bak mandi secara rutin mengubur kaleng bekas serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD dan malaria.
"Masyarakat jangan hanya mengharapkan fogging atau pengasapan oleh pemerintah karena itu hanya membunuh nyamuk dewasa sedangkan jentik yang hidup dalam air dua bulan setelahnya akan berkembang," jelasnya.
Ia menambahkan, sosialisasi juga supaya yang menderita penyakit diare tidak lagi mengalaminya dan tahu cara pencegahannya.
Sebab, penyakit ini cenferung terjadi di musim hujan karena disebabkan air yang kurang bersih seperti air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kadang kala kurang bersih ketika musim hujan untuk itu masyarakat diberikan pengetahuan antisipasi, katanya. (**/rik/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda : Pemulihan bencana tidak hanya harus cepat tapi juga harus terukur
28 January 2026 12:29 WIB
Hasil dan klasemen BRI Super League pekan ke-18, Sabtu (24/1/2026), hanya Persijap bergeser naik
24 January 2026 22:02 WIB
KAI Divre II Sumbar Perkuat Edukasi Publik: Rekrutmen Resmi Hanya Melalui e-recruitment.kai.id
14 November 2025 16:23 WIB
Cerita petani anggur Duyu Bangkit: Reforma agraria tak hanya soal tanah, tapi juga kemandirian
12 November 2025 12:27 WIB
Manfaat sertifikasi tanah ulayat, Kementerian ATR/BPN: Bukan hanya untuk masyarakat adat tapi semua pihak
19 September 2025 14:44 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018