PLN gelar program pelatihan konversi motor listrik di SMK 1 Sumbar
Rabu, 24 Juli 2024 18:01 WIB
Kunjungan ke Bengkel Motor Listrik SMK Negeri 1 Sumbar, lokasi pelatihan "Electric Vehicle Goes to School". (ANTARA/HO-PLN)
Padang (ANTARA) - Rayakan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli 2024, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar berkunjung ke SMK Negeri 1 Sumatera Barat. Di salah satu SMK tertua di Sumatera Barat ini, PLN secara simbolis berikan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) bertajuk; Electric Vehicle Goes to School Training.
Bantuan TJSL PLN dimanfaatkan untuk menggelar pelatihan konversi sepeda motor listrik para siswa SMK Negeri 1 Sumbar, kemudian pengadaan toolkit konversi sepeda motor listrik, dan pembuatan inovasi kendaraan motor listrik. Bantuan ini akan berdampak bagi sekitar 1.355 siswa siswa sekolah. Ke depannya, SMK Negeri 1 harapannya dapat menjadi pionir, percontohan, hingga lokasi tujuan bagi pembelajaran atau tempat perbengkelan umum konversi motor listrik di Sumbar.
General Manager PLN UID Sumbar Eric Rossi Priyo Nugroho Eric Rossi Priyo Nugroho pada sambutannya mengatakan, electric vehicle adalah kendaraan masa depan yang sangat efisien. Pajak electric vehicle jauh lebih murah dibandingkan motor konvensional. Selain itu biaya listrik dibandingkan BBM hemat hingga 80%.
Eric juga menyampaikan, penggunaan electric vehicle juga membantu peralihan subsidi pemerintah yang selama ini diberikan ke subsidi BBM. “BBM sampai saat ini disubsidi pemerintah minimal Rp.1000 pada setiap liternya. Tentu alahkan baiknya jika subsidi yang sangat besar ini bisa dialihkan ke subsidi lain, seperti pendidikan dan pembangunan,” sampainya.
Yang terpenting dari kelebihan-kelebihan tersebut diatas, sampai Eric, tentu adalah kegunaan electric vehicle sebagai kendaraan ramah lingkungan.
Eric berharap, bantuan PLN senilai Rp.370 Juta tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya di SMK 1 Sumbar untuk pendidikan konversi motor listrik dan hal-hal terkait, sehingga bersama PLN mendukung Program Percepatan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Sumatera Barat.
‘’Mari bersama-sama mewujudkan Sumbar langit biru. Mewujudkan akselerasi transisi energi bersih dengan meningkatkan kualitas udara bersih dan ramah lingkungan yang sejalan dengan target Net Zero Emission 2060,” lanjut Eric.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sumbar Zulkifli, pada laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN UID Sumbar. Sampainya, Program Electric Vehicle Goes to School adalah yang pertama kalinya di Sumbar dan peran PLN membantu sekolah dalam pemaksimalan program ini.
‘’Semoga program ini terus berlanjut dan diaplikasikan secara luas sehingga sejalan dengan tujuan pemerintah dalam pengurangan konsumsi gas emisi karbon beralih dengan penggunaan energi hijau,” sampai Zulkifli pula.
Sementara itu Kombespol Dirlantas Sumbar Dwi Nur Setiawan mengatakan, program konversi motor konvensional ke motor ini sangat baik dan Dirlantas siap mendukung implementasi program tersebut. Belum banyak konversi motor listrik yang didaftarkan ke Dirlantas dan pihaknya telah menyiapkan sistem untuk pendaftaran motor listrik hasil konversi, termasuk uji kelayakan.
‘’Kami kesatuan POLRI sangat mendukung program ini. Saat belum ada bengkel yang siap melayani konversi ini, SMK 1 hadir dan siap. Ini tentu dapat mengurangi penggunaan emisi karbon. Kami siap mendukung, sebagai upaya membantu pengurangan biaya masyarakat dari segi biaya BBM dan pajak, juga mengurangi penggunaan emisi karbon di masyarakat Sumbar,” sampainya.
Sumbangsih PLN untuk anak-anak SMK Negeri 1 Sumbar juga adalah komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu memastikan pendidikan inklusif, berkualitas, dan merata, serta memberikan peluang belajar sepanjang hayat.*
Bantuan TJSL PLN dimanfaatkan untuk menggelar pelatihan konversi sepeda motor listrik para siswa SMK Negeri 1 Sumbar, kemudian pengadaan toolkit konversi sepeda motor listrik, dan pembuatan inovasi kendaraan motor listrik. Bantuan ini akan berdampak bagi sekitar 1.355 siswa siswa sekolah. Ke depannya, SMK Negeri 1 harapannya dapat menjadi pionir, percontohan, hingga lokasi tujuan bagi pembelajaran atau tempat perbengkelan umum konversi motor listrik di Sumbar.
General Manager PLN UID Sumbar Eric Rossi Priyo Nugroho Eric Rossi Priyo Nugroho pada sambutannya mengatakan, electric vehicle adalah kendaraan masa depan yang sangat efisien. Pajak electric vehicle jauh lebih murah dibandingkan motor konvensional. Selain itu biaya listrik dibandingkan BBM hemat hingga 80%.
Eric juga menyampaikan, penggunaan electric vehicle juga membantu peralihan subsidi pemerintah yang selama ini diberikan ke subsidi BBM. “BBM sampai saat ini disubsidi pemerintah minimal Rp.1000 pada setiap liternya. Tentu alahkan baiknya jika subsidi yang sangat besar ini bisa dialihkan ke subsidi lain, seperti pendidikan dan pembangunan,” sampainya.
Yang terpenting dari kelebihan-kelebihan tersebut diatas, sampai Eric, tentu adalah kegunaan electric vehicle sebagai kendaraan ramah lingkungan.
Eric berharap, bantuan PLN senilai Rp.370 Juta tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya di SMK 1 Sumbar untuk pendidikan konversi motor listrik dan hal-hal terkait, sehingga bersama PLN mendukung Program Percepatan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Sumatera Barat.
‘’Mari bersama-sama mewujudkan Sumbar langit biru. Mewujudkan akselerasi transisi energi bersih dengan meningkatkan kualitas udara bersih dan ramah lingkungan yang sejalan dengan target Net Zero Emission 2060,” lanjut Eric.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sumbar Zulkifli, pada laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN UID Sumbar. Sampainya, Program Electric Vehicle Goes to School adalah yang pertama kalinya di Sumbar dan peran PLN membantu sekolah dalam pemaksimalan program ini.
‘’Semoga program ini terus berlanjut dan diaplikasikan secara luas sehingga sejalan dengan tujuan pemerintah dalam pengurangan konsumsi gas emisi karbon beralih dengan penggunaan energi hijau,” sampai Zulkifli pula.
Sementara itu Kombespol Dirlantas Sumbar Dwi Nur Setiawan mengatakan, program konversi motor konvensional ke motor ini sangat baik dan Dirlantas siap mendukung implementasi program tersebut. Belum banyak konversi motor listrik yang didaftarkan ke Dirlantas dan pihaknya telah menyiapkan sistem untuk pendaftaran motor listrik hasil konversi, termasuk uji kelayakan.
‘’Kami kesatuan POLRI sangat mendukung program ini. Saat belum ada bengkel yang siap melayani konversi ini, SMK 1 hadir dan siap. Ini tentu dapat mengurangi penggunaan emisi karbon. Kami siap mendukung, sebagai upaya membantu pengurangan biaya masyarakat dari segi biaya BBM dan pajak, juga mengurangi penggunaan emisi karbon di masyarakat Sumbar,” sampainya.
Sumbangsih PLN untuk anak-anak SMK Negeri 1 Sumbar juga adalah komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu memastikan pendidikan inklusif, berkualitas, dan merata, serta memberikan peluang belajar sepanjang hayat.*
Pewarta : Rls-Nancy
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semarak Bulan K3 Nasional 2026, PLN UID Sumbar Dorong Budaya Sehat dan Peduli melalui Donor Darah dan Fun Walk
11 February 2026 9:06 WIB
PLN Bergerak Bersama Pemerintah, Percepat Pembangunan Hunian Tetap di Pauh Padang
02 February 2026 18:43 WIB
PLN UP3 Solok Perkuat Budaya K3 lewat Apel dan Edukasi Bulan K3 Nasional 2026
30 January 2026 18:52 WIB
Meriahkan Bulan K3 Nasional 2026, PLN UID Sumatera Barat ajak anak berkreasi lewat lomba mewarnai
27 January 2026 11:07 WIB
Tim Relawan Batch 1 tuntas bertugas di Aceh, PLN UID Sumbar apresiasi jejak pengabdian tanpa henti
12 January 2026 14:26 WIB
Menyambut Tahun Baru , YBM PLN UP3 Padang Hadir untuk Tenaga Alih Daya Terdampak Banjir
09 January 2026 9:06 WIB