Lapas Bukittinggi pasarkan sandal hotel produksi Warga Binaan
Rabu, 17 Juli 2024 10:58 WIB
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bukittinggi saat memproduksi sandal hotel (Antara/Al Fatah)
Bukittinggi (ANTARA) - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi memproduksi Slipper atau sandal hotel di bengkel kerja Lapas. Mereka mampu menghasilkan ribuan pasang sandal setiap bulannya.
"Sedikitnya 20.000 pasang sandal hotel diproduksi setiap bulan. Ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian produktif yang terus ditingkatkan sebagai upaya mendorong kemandirian warga binaan," kata Herdianto selaku Kepala Lapas Bukittinggi, Rabu (17/7).
Herdianto mengatakan sandal ini dikerjakan oleh belasan warga binaan terpilih setiap harinya dengan didampingi petugas Lapas.
"Setiap harinya produksi sandal hotel melibatkan 12 orang warga binaan yang dibagi sesuai tugas, mulai dari memotong bahan, menjahit, press menggunakan mesin, mencetak motif dan sablon, pengeleman hingga penghalusan hasil gunting bahan sandal sebanyak dua kali," katanya.
Menurutnya sandal hotel hasil karya Warga Binaan ini tidak kalah dengan produk yang beredar di pasaran.
"Sandal hotel produksi WBP Lapas Bukittinggi sangat diterima di pasar hotel wilayah Bukittinggi. Kami mendorong bengkel kerja Lapas Bukittinggi untuk meningkatkan jumlah produksi," ujarnya.
Kegiatan produksi sandal ini dilakukan setiap hari mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB di bengkel kerja Lapas Bukittinggi.
"Untuk hari ini saja, sandal hotel Lapas Bukittinggi sudah dikirimkan ke beberapa hotel di Kota Bukittinggi sebanyak 2.000 pasang," katanya.
Kalapas menegaskan harapan WBP bisa memiliki keterampilan untuk memulai usaha baru saat menyelesaikan masa hukuman masing-masing.
"Sedikitnya 20.000 pasang sandal hotel diproduksi setiap bulan. Ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian produktif yang terus ditingkatkan sebagai upaya mendorong kemandirian warga binaan," kata Herdianto selaku Kepala Lapas Bukittinggi, Rabu (17/7).
Herdianto mengatakan sandal ini dikerjakan oleh belasan warga binaan terpilih setiap harinya dengan didampingi petugas Lapas.
"Setiap harinya produksi sandal hotel melibatkan 12 orang warga binaan yang dibagi sesuai tugas, mulai dari memotong bahan, menjahit, press menggunakan mesin, mencetak motif dan sablon, pengeleman hingga penghalusan hasil gunting bahan sandal sebanyak dua kali," katanya.
Menurutnya sandal hotel hasil karya Warga Binaan ini tidak kalah dengan produk yang beredar di pasaran.
"Sandal hotel produksi WBP Lapas Bukittinggi sangat diterima di pasar hotel wilayah Bukittinggi. Kami mendorong bengkel kerja Lapas Bukittinggi untuk meningkatkan jumlah produksi," ujarnya.
Kegiatan produksi sandal ini dilakukan setiap hari mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB di bengkel kerja Lapas Bukittinggi.
"Untuk hari ini saja, sandal hotel Lapas Bukittinggi sudah dikirimkan ke beberapa hotel di Kota Bukittinggi sebanyak 2.000 pasang," katanya.
Kalapas menegaskan harapan WBP bisa memiliki keterampilan untuk memulai usaha baru saat menyelesaikan masa hukuman masing-masing.
Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga warung di sisi Stasiun Lambuang kawasan Tugu Polwan Bukittinggi habis terbakar
14 February 2026 20:53 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Kementerian Kebudayaan RI dukung rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
11 February 2026 15:16 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB