Kadin nilai hilirisasi sektor pangan di Sumbar dapat dikembangkan
Rabu, 29 Mei 2024 17:27 WIB
Ketua Komite Tetap Perundingan Bilateral Kadin Indonesia Hendra Hartono saat diwawancarai di Padang, Rabu (29/5/2024). ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Padang (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai hilirisasi sektor pangan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat di daerah tersebut.
"Saya kira, dan Kadin memperhatikan sektor pangan di Provinsi Sumbar ini potensial dan cukup kuat," kata Ketua Komite Tetap Perundingan Bilateral Kadin Indonesia Hendra Hartono di Padang, Sumbar, Rabu.
Selain beras, kata Hartono, gambir atau tanaman dengan nama latin Genus uncaria juga memiliki prospek yang besar masuk ke dalam program hilirisasi yang digaungkan pemerintah pusat.
Apalagi, berdasarkan catatan Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang gambir termasuk satu dari 10 komoditas utama pertanian penyumbang angka ekspor dari Ranah Minang.
Sebanyak 10 komoditas tersebut yakni minyak kelapa sawit, cangkang kelapa sawit, bungkil sawit, kulit kayu manis, karet, santan kelapa, gambir, manggis, kopi hingga air kelapa.
"Jadi, menurut saya, diversifikasi pangan bisa menjadi sesuatu yang kita tawarkan," kata dia.
Menurutnya, apabila Pemerintah Provinsi Sumbar serius dalam melakukan hilirisasi di sektor pangan maka konsistensi menjadi kunci utamanya. Sebab, lima tahun sebelumnya diversifikasi pangan juga sudah dilakukan namun implementasinya belum maksimal.
Terakhir, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan menyukseskan program hilirisasi yang digagas pemerintah pusat. Hilirisasi diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di tanah air.
"Saya rasa kepemimpinan baru (Presiden dan Wakil Presiden terpilih) harus kita sikapi dengan optimistis termasuk gagasan atau program hilirisasi yang ditawarkan," ujarnya.
Pihaknya menyakini program hilirisasi yang dijanjikan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih merupakan bagian dari strategi untuk memajukan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tanah air.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kadin nilai hilirisasi sektor pangan di Sumbar dapat dikembangkan
"Saya kira, dan Kadin memperhatikan sektor pangan di Provinsi Sumbar ini potensial dan cukup kuat," kata Ketua Komite Tetap Perundingan Bilateral Kadin Indonesia Hendra Hartono di Padang, Sumbar, Rabu.
Selain beras, kata Hartono, gambir atau tanaman dengan nama latin Genus uncaria juga memiliki prospek yang besar masuk ke dalam program hilirisasi yang digaungkan pemerintah pusat.
Apalagi, berdasarkan catatan Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang gambir termasuk satu dari 10 komoditas utama pertanian penyumbang angka ekspor dari Ranah Minang.
Sebanyak 10 komoditas tersebut yakni minyak kelapa sawit, cangkang kelapa sawit, bungkil sawit, kulit kayu manis, karet, santan kelapa, gambir, manggis, kopi hingga air kelapa.
"Jadi, menurut saya, diversifikasi pangan bisa menjadi sesuatu yang kita tawarkan," kata dia.
Menurutnya, apabila Pemerintah Provinsi Sumbar serius dalam melakukan hilirisasi di sektor pangan maka konsistensi menjadi kunci utamanya. Sebab, lima tahun sebelumnya diversifikasi pangan juga sudah dilakukan namun implementasinya belum maksimal.
Terakhir, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan menyukseskan program hilirisasi yang digagas pemerintah pusat. Hilirisasi diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di tanah air.
"Saya rasa kepemimpinan baru (Presiden dan Wakil Presiden terpilih) harus kita sikapi dengan optimistis termasuk gagasan atau program hilirisasi yang ditawarkan," ujarnya.
Pihaknya menyakini program hilirisasi yang dijanjikan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih merupakan bagian dari strategi untuk memajukan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tanah air.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kadin nilai hilirisasi sektor pangan di Sumbar dapat dikembangkan
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berdayakan pelaku usaha lokal, Pemkot Padang berkomitmen gunakan produk dalam negeri
12 February 2026 15:01 WIB
Masyarakat manfaatkan PELATARAN ambil produk hasil roya tak perlu tunggu hari kerja
02 February 2026 13:33 WIB
OVOP Dharmasraya diluncurkan, dorong produk unggulan desa dan daya saing UMKM
20 January 2026 13:35 WIB
Harga dua produk emas di Pegadaian kompak naik lagi, hari ini Jumat (19/12/2025)
19 December 2025 8:34 WIB
Harga dua produk jenama emas di Pegadaian kompak stabil, hari ini Senin (17/11/2025)
17 November 2025 7:41 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB