Lubukbasung, (Antara) - Sekitar 24.013,76 hektare dari 30.236,53 hektare luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Antokan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terancam kritis, bahkan rusak, kata Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian pemerintah setempat, Isman Imran.
Isman Imran saat Musyawarah Besar Forum Daerah Aliran Sungai di Lubukbasung, Selasa, menyebutkan rusaknya sungai yang berhulu di Danau Maninjau dan memiliki hilir di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara itu disebabkan karena sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dibangun permukiman, adanya penebangan pohon secara ilegal dan lainya.
"Apabila tidak kita selamatkan, maka lahan tersebut akan kritis atau rusak," katanya.
Untuk mengatasi ancaman kerusakan dan kritis ini, sebutnya, Pemkab Agam melakukan program penanaman pohon di sekitar aliran Batang Antokan dan Danau Maninjau karena Danau Maninjau merupakan hulu dari sungai tersebut.
Kemudian pemkab setempat juga melakukan Gerakan Pembangunan dan Penyelamatan Salingka Danau Maninjau (Gerbang Pensi Maninjau) di kawasan Danau Maninjau dengan melibatkan masyarakat, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan lainnya.
"Program Gerbang Pensi Maninjau ini berlangsung sekitar dua tahun dengan membersihkan kawasan Danau Maninjau dan penanaman pohon," katanya.
Selain melakukan program penanaman pohon dan Gerbang Pensi, Kabupaten Agam juga membentuk Forum Daerah Aliran Sungai beberapa minggu lalu.
Pengurus Forum DAS ini berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), masyarakat dan lainnya.
Dia menjelaskan pembentukan Forum DAS ini dengan tujuan untuk mengkaji permasalahan yang timbul akibat bencana alam, mengkaji kebijakan, rencana dan program yang sedang atau akan dilaksanakan dalam pengelolaan DAS, memberikan pertimbangan, saran dan masukan ke kepala daerah. (*/ari/jno)
24.013,76 Ha DAS Batang Antokan Terancam Rusak
Dua anak bermain di Sungai Batang Antokan, Nagari Tiku V Jorong, Tanjung Mutiara, Agam, Sumbar, Selasa (8/1). Bantaran Sungai Batang Antokan mengalami kerusakan akibat banjir pekan lalu dan sejumlah bangunan seperti rumah ibadah dan sekolah yang berada di bantaran sungai terancam longsor. (Antara)
Dua anak bermain di Sungai Batang Antokan, Nagari Tiku V Jorong, Tanjung Mutiara, Agam, Sumbar, Selasa (8/1). Bantaran Sungai Batang Antokan mengalami kerusakan akibat banjir pekan lalu dan sejumlah bangunan seperti rumah ibadah dan sekolah yang berada di bantaran sungai terancam longsor. (Antara)