Batusangkar (ANTARA) -
Para petani penggarap di Kabupaten Tanah Datar diimbau untuk melakukan percepatan olah tanah dan tanam padi antisipasi dampak iklim ekstrim dan el nino yang berkepanjangan.
 
Bupati Tanah Datar Eka Putra di Batusangkar Minggu, mengatakan percepatan olah tanam dalam rangka mendukung program nasional pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
 
"Yaitunya peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan melalui kegiatan perluasan dan percepatan tanam padi, dalam rangka tanggap darurat pangan akibat dampak iklim ekstrim dan El Nino yang berkepanjangan," kata dia.
 
Bupati mengimbau petani penggarap untuk mengoptimalkan potensi lahan sawah yang ada, jangan sampai ada lahan sawah yang terbengkalai atau tidak dilakukan pengolahan lahan.
 
Petani penggarap juga bisa memanfaatkan program layanan bajak sawah gratis untuk olah lahan pertanian.
 
"Kemudian lakukanlah gerakan tanam padi serentak terutama pada lahan sawah yang sehamparan guna mengantisipasi serangan Organisme Pengganggu Tanaman atau OPT," kata dia.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani mengatakan pasca musim hujan saat ini diprediksi Indonesia akan mengalami musim kemarau panjang.
 
Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga telah mengeluarkan imbauan untuk melakukan peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan melalui kegiatan perluasan dan percepatan tanam padi dalam rangka tanggap darurat pangan akibat dampak iklim ekstrim.
 
"Kami menghimbau kepada petani penggarap untuk segera melakukan olah tanam terutama bagi petani yang sawahnya sawah tadah hujan," kata dia.
 

Pewarta : Etri Saputra
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024