Baznas Dharmasraya gerakan gemar berinfaq untuk pelajar
Rabu, 20 Maret 2024 11:53 WIB
Ketua Baznas Dharmasraya Z Lubis (kanan), Wakil I Ridwan Syarif (kiri) saat berfoto bersama usai peluncuran Gemar Berinfaq oleh pelajar, di SD N 01 Koto Baru, Selasa (19/3). (Antara/HO-Dok Pribadi)
Pulau Punjung (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menggerakkan program gemar berinfaq untuk pelajar dalam upaya meningkatkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.
"Program ini di samping sebagai upaya peningkatan pengumpulan infak sedekah Baznas, juga diharapkan sebagai wahana edukasi bagi anak untuk terbiasa berinfak atau bersedekah," kata Ketua Baznas Dharmasraya, Z.Lubis, didampingi Wakil I Pengumpulan, Ridwan Syarif, di Pulau Punjung, Rabu.
Ia mengemukakan program "Gemar Berinfak" oleh pelajar sudah diluncurkan di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, pada Selasa (19/3). Secara bertahap akan dilakukan di seluruh sekolah Dharmasraya.
Ia menjelaskan pelaksanaan program gemar berinfak cukup sederhana, para siswa dibekali dengan sebuah celengan atau tabungan untuk menyimpan dan ditaruh di rumah masing-masing.
Saat ada sisa belanja dari sekolah, lanjut dia dengan kesadaran sendiri dan keikhlasan masukkan ke dalam celengan tersebut, namun itu perlu mendapatkan dukungan dari para guru dan keluarga para siswa.
"Sedangkan pengumpulan infak sedekah nantinya akan dilakukan oleh Da'i Baznas kecamatan. Para da'i ini jugalah yang memiliki peran dalam memantau pelaksanaan program ini ke sekolah yang sudah ditentukan," ujarnya.
Lalu, ia melanjutkan 50 persen dana infak sedekah yang dikumpulkan itu akan dikembalikan ke sekolah dalam bentuk program sosial bagi siswa tersebut maupun di lingkungannya.
"Artinya, disini ada akan ada kolaborasi antara baznas dan dinas pendidikan dalam memajukan pendidikan serta membantu antara sesama umat," ujarnya.
Selain itu, kata dia Baznas Dharmasraya juga memaksimalkan gerakan infak Rp2.000 setiap Jumat dan program donasi satu tandan buah sawit dalam mencapai target pengumpulan infak dan sedekah sebanyak Rp400 juta pada 2024.
Menurut dia gerakan infak dan sedekah tersebut dapat memperkuat persaudaraan Islam melalui sedekah sebagai jembatan antara kaum mampu dengan tidak mampu.
"Secara langsung atau tidak diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat, sebab kita tau kalau hanya berpatokan dari penerimaan zakat tentu penyalurannya programnya terbatas, karena harus merujuk pada asnaf. Nah, dengan memaksimalkan pengumpulan infak sedekah akan banyak program yang dapat dilaksanakan ke depannya," tambah dia
"Program ini di samping sebagai upaya peningkatan pengumpulan infak sedekah Baznas, juga diharapkan sebagai wahana edukasi bagi anak untuk terbiasa berinfak atau bersedekah," kata Ketua Baznas Dharmasraya, Z.Lubis, didampingi Wakil I Pengumpulan, Ridwan Syarif, di Pulau Punjung, Rabu.
Ia mengemukakan program "Gemar Berinfak" oleh pelajar sudah diluncurkan di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, pada Selasa (19/3). Secara bertahap akan dilakukan di seluruh sekolah Dharmasraya.
Ia menjelaskan pelaksanaan program gemar berinfak cukup sederhana, para siswa dibekali dengan sebuah celengan atau tabungan untuk menyimpan dan ditaruh di rumah masing-masing.
Saat ada sisa belanja dari sekolah, lanjut dia dengan kesadaran sendiri dan keikhlasan masukkan ke dalam celengan tersebut, namun itu perlu mendapatkan dukungan dari para guru dan keluarga para siswa.
"Sedangkan pengumpulan infak sedekah nantinya akan dilakukan oleh Da'i Baznas kecamatan. Para da'i ini jugalah yang memiliki peran dalam memantau pelaksanaan program ini ke sekolah yang sudah ditentukan," ujarnya.
Lalu, ia melanjutkan 50 persen dana infak sedekah yang dikumpulkan itu akan dikembalikan ke sekolah dalam bentuk program sosial bagi siswa tersebut maupun di lingkungannya.
"Artinya, disini ada akan ada kolaborasi antara baznas dan dinas pendidikan dalam memajukan pendidikan serta membantu antara sesama umat," ujarnya.
Selain itu, kata dia Baznas Dharmasraya juga memaksimalkan gerakan infak Rp2.000 setiap Jumat dan program donasi satu tandan buah sawit dalam mencapai target pengumpulan infak dan sedekah sebanyak Rp400 juta pada 2024.
Menurut dia gerakan infak dan sedekah tersebut dapat memperkuat persaudaraan Islam melalui sedekah sebagai jembatan antara kaum mampu dengan tidak mampu.
"Secara langsung atau tidak diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat, sebab kita tau kalau hanya berpatokan dari penerimaan zakat tentu penyalurannya programnya terbatas, karena harus merujuk pada asnaf. Nah, dengan memaksimalkan pengumpulan infak sedekah akan banyak program yang dapat dilaksanakan ke depannya," tambah dia
Pewarta : Ilka Jansen
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Korda MBG Muhammadiyah Dharmasraya kunjungi penerima manfaat terpapar MBG, Ketua : bentuk dukungan moral
11 February 2026 4:14 WIB
Perkuat pengawasan internal, Bupati Dharmasraya tunjuk jaksa jabat inspektur daerah
10 February 2026 13:00 WIB
OVOP Dharmasraya diluncurkan, dorong produk unggulan desa dan daya saing UMKM
20 January 2026 13:35 WIB
Survei Polstra: Kepemimpinan perempuan Annisa--Leli diterima publik, 75,6 persen warga Dharmasraya puas
08 January 2026 6:56 WIB
Resmikan Samsat Nagari di Dharmasraya, Wagub Vasko : Wajib permudah masyarakat bayar pajak
07 January 2026 19:59 WIB
Bupati Dharmasraya berpesan tak perlu kirim karangan bunga ulang tahun, diganti bibit tanaman
30 December 2025 16:45 WIB