BI jelaskan penyebab lonjakan harga cabai di Sumbar
Jumat, 15 Maret 2024 18:49 WIB
Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra saat diwawancarai, di Padang, Jumat (15/3/2024). ANTARA/Muhammad Zulfikar
Padang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menjelaskan penyebab lonjakan harga cabai merah keriting di provinsi ini yang menyentuh Rp150.000 per kilogram.
"Kenaikan harga cabai merah di Sumbar ini, karena suplai cabai lokal yang berkurang," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra, di Padang, Jumat.
Dengan berkurangnya pasokan cabai lokal, pedagang memasok cabai merah dari Aceh, Sumatera Utara, Kerinci hingga Jawa Tengah. Di saat bersamaan harga cabai di empat daerah itu juga sudah tinggi.
Kemudian kenaikan harga cabai juga dipengaruhi besarnya biaya angkut dari luar provinsi ke Ranah Minang. Otomatis, harga penjualan di tingkat pedagang menjadi naik cukup drastis.
Kemudian di saat bersamaan permintaan cabai merah keriting juga meningkat saat bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah. Bahkan, BI menemukan adanya masyarakat yang memborong dalam jumlah besar.
"Mereka sengaja memborong, karena khawatir harga cabai makin meningkat," ujarnya pula.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah telah menginstruksikan dan mengingatkan setiap kepala daerah di provinsi tersebut untuk menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.
Selain itu, mantan Wali Kota Padang tersebut juga mengantisipasi beberapa daerah seperti Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman yang rawan longsor terkait dengan kelancaran distribusi kebutuhan pokok selama Ramadhan.
Khusus Kota Bukittinggi dan Kota Padang, Gubernur mengatakan koordinasi dua kepala daerah tersebut dengan daerah penyuplai kebutuhan pokok sangat penting untuk menjamin pasokan tercukupi selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Apalagi dua daerah itu penyumbang inflasi terbesar di Ranah Minang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bank Indonesia jelaskan penyebab lonjakan harga cabai di Sumbar
"Kenaikan harga cabai merah di Sumbar ini, karena suplai cabai lokal yang berkurang," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra, di Padang, Jumat.
Dengan berkurangnya pasokan cabai lokal, pedagang memasok cabai merah dari Aceh, Sumatera Utara, Kerinci hingga Jawa Tengah. Di saat bersamaan harga cabai di empat daerah itu juga sudah tinggi.
Kemudian kenaikan harga cabai juga dipengaruhi besarnya biaya angkut dari luar provinsi ke Ranah Minang. Otomatis, harga penjualan di tingkat pedagang menjadi naik cukup drastis.
Kemudian di saat bersamaan permintaan cabai merah keriting juga meningkat saat bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah. Bahkan, BI menemukan adanya masyarakat yang memborong dalam jumlah besar.
"Mereka sengaja memborong, karena khawatir harga cabai makin meningkat," ujarnya pula.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah telah menginstruksikan dan mengingatkan setiap kepala daerah di provinsi tersebut untuk menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.
Selain itu, mantan Wali Kota Padang tersebut juga mengantisipasi beberapa daerah seperti Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman yang rawan longsor terkait dengan kelancaran distribusi kebutuhan pokok selama Ramadhan.
Khusus Kota Bukittinggi dan Kota Padang, Gubernur mengatakan koordinasi dua kepala daerah tersebut dengan daerah penyuplai kebutuhan pokok sangat penting untuk menjamin pasokan tercukupi selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Apalagi dua daerah itu penyumbang inflasi terbesar di Ranah Minang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bank Indonesia jelaskan penyebab lonjakan harga cabai di Sumbar
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan persiapan pemotretan foto tegak PUNA untuk dukung PTSL 2026
12 February 2026 10:38 WIB
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB