Simpang Empat (ANTARA) -
Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengevakuasi 21 orang warga Rantau Panjang Kecamatan Sasak Ranah Pasisia ketempat yang aman karena air sungai di daerah itu mulai mengenangi rumah mereka, Sabtu. 
 
"Kita mengevakuasi menggunakan perahu milik Basarnas ke daerah TPI Sasak," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Sabtu. 
 
Menurutnya dari 21 orang itu terdiri dari 6 orang balita dan 15 orang dewasa. Mereka untuk sementara dievakuasi ke rumah sanak familinya di daerah Sasak. 
 
Warga yang dievakuasi disebabkan karena air aliran Sungai Batang Pasaman yang melewati Rantau Panjang telah mengenangi kampung mereka. 
 
"Ketinggian air sudah mencapai 40 centimeter di rumah mereka dan akses jalan menuju Rantau Panjang ketinggian air mencapai 1 meter," katanya. 
 
Ia mengatakan ada sekitar 110 kepala keluarga yang mendiami daerah Rantau Panjang. 
 
"Sebagian masyarakat memilih bertahan. Sedangkan bagi warga yang ingin dievakuasi akan kita bantu dengan perahu ke tempat yang aman," katanya. 
 
Ia menjelaskan daerah Rantau Panjang merupakan daerah rawan banjir luapan air dari Sungai Batang Pasaman sebelum air itu sampai ke laut. 
 
Setiap curah hujan tinggi maka daerah Rantau Panjang selalu digenangi air karena berdekatan dengan aliran Sungai Batang Pasaman. 
 
"Tim gabungan akan tetap memantau dan memberikan bantuan kepada warga yang ingin dievakuasi," katanya. ***3***
 
 

Pewarta : Altas Maulana
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024