Solok (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, Sumatera Barat menggelar panen raya bawang merah yang merupakan hasil pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

Kalapas Kelas III Alahan Panjang Matrios Zulhidayat Hutasoit di Alahan Panjang,  Jumat mengatakan kegiatan panen raya bawang merah yang dilaksanakan saat ini merupakan hasil pembinaan terhadap WBP.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada WBP agar sekembalinya mereka ke masyarakat dapat menjadi anggota masyarakat yang baik dan bertanggungjawab.

"Ini adalah program dari direktorat jendral pemasyarakatan ditindaklanjuti oleh kanwil sumbar dan dikembangkan oleh lapas alahan panjang.  

Menurutnya sesuai dengan lingkungan di daerah setempat sebagai penghasil hortikultura maka lapas Kelas III Alahan Panjang memanfaatkan lahan pertanian untuk menanam bawang merah.  

"Ada dua tempat perladangan di depan dan di belakang kantor lapas. Semoga dapat bermanfaat oleh WBP dan dharmawanita," katanya. 

Alhamdulillah untuk lahannya kita dibantu oleh babinsa alahan panjang untuk pengolahannya.  

Di samping itu, ia berterima kasih kepada Pemda yang sangat mendukung dan akan memberikan bantuan 10 hektare lahan untuk dikembangkan oleh warga lapas nantinya. 

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumbar Haris Sukamto sangat mengapresiasi Lapas Alahan Panjang yang telah berhasil mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi WBP. 

"Ini sangat luar biasa dan harus dilanjutkan. Untuk itu kami meminta kepada Pemda untuk memberikan dukungan dalam menjalankan program ini," ujar dia. 

Menurutnya program kemandirian ini sangat penting.  Karena dengan adanya program ini dapat menjadikan warga Lapas lebih mandiri setelah mereka keluar dari lapas nanti dapat bermanfaat di tengah-tengah keluarga dan masyarakat.  

Ia juga berharap Lapas bisa memberikan beragam pelatihan sehingga setelah mereka kembali berbaur dengan masyarakat  mereka mempunyai banyak keterampilan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan di tengah-tengah masyarakat. 
 

Pewarta : Rahmatul Laila
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024