BI sebut rasio peredaran uang palsu di Sumbar rendah
Jumat, 19 Januari 2024 14:17 WIB
Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra saat diwawancarai awak media massa di Padang. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).
Padang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan rasio peredaran uang palsu di daerah tersebut relatif rendah jika dibandingkan sejumlah provinsi lainnya di Tanah Air.
"Rasio uang palsu yang BI temukan di Sumbar per nominalnya empat lembar per satu juta lembar. Rasio ini termasuk rendah sekali," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra di Padang, Jumat.
Di beberapa provinsi lain, rasio uang palsu yang ditemukan bisa berkisar di angka 11 lembar per satu juta lembar. Bahkan, di DKI Jakarta rasio uang palsu dalam satu juta lembar lebih tinggi lagi, ujar Kepala BI Sumbar.
Khusus di Provinsi Sumbar, sepanjang tahun 2023 BI setempat menemukan 921 lembar uang palsu. Pada umumnya uang palsu itu dalam bentuk pecahan uang kertas Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
"Uang palsu yang kita temukan sekitar 70 persennya merupakan pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu," sebut eks Deputi Kepala BI DKI Jakarta tersebut.
Endang menegaskan apabila BI menemukan pecahan atau lembaran uang palsu dari salah satu bank, maka sanksi atau teguran keras akan dilakukan. Bahkan, pimpinan bank tersebut terancam dimutasi dan lain sebagainya.
Menyikapi tahun politik saat ini BI Perwakilan Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu. Sebab, bisa saja ada oknum yang sengaja memanfaatkan momentum tahun politik untuk mengedarkan uang palsu.
"BI mengimbau masyarakat kalau menerima uang itu lakukan 3 D yakni dilihat, diraba dan diterawang," kata dia mengingatkan.
Berdasarkan data yang dihimpun BI Sumbar, pada umumnya transaksi uang palsu di Ranah Minang dilakukan pukul 20.00 WIB ke atas. Modus pelaku ialah menjual uang palsu secara online namun pembayaran dan penyerahan uang dilakukan secara tunai.
"Transaksinya dilakukan di stasiun pengisian bahan bakar umum atau pasar. Biasanya pelaku menyelipkan dua lembar pecahan Rp100 ribu uang palsu dalam nominal satu juta," jelas dia.
"Rasio uang palsu yang BI temukan di Sumbar per nominalnya empat lembar per satu juta lembar. Rasio ini termasuk rendah sekali," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra di Padang, Jumat.
Di beberapa provinsi lain, rasio uang palsu yang ditemukan bisa berkisar di angka 11 lembar per satu juta lembar. Bahkan, di DKI Jakarta rasio uang palsu dalam satu juta lembar lebih tinggi lagi, ujar Kepala BI Sumbar.
Khusus di Provinsi Sumbar, sepanjang tahun 2023 BI setempat menemukan 921 lembar uang palsu. Pada umumnya uang palsu itu dalam bentuk pecahan uang kertas Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
"Uang palsu yang kita temukan sekitar 70 persennya merupakan pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu," sebut eks Deputi Kepala BI DKI Jakarta tersebut.
Endang menegaskan apabila BI menemukan pecahan atau lembaran uang palsu dari salah satu bank, maka sanksi atau teguran keras akan dilakukan. Bahkan, pimpinan bank tersebut terancam dimutasi dan lain sebagainya.
Menyikapi tahun politik saat ini BI Perwakilan Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu. Sebab, bisa saja ada oknum yang sengaja memanfaatkan momentum tahun politik untuk mengedarkan uang palsu.
"BI mengimbau masyarakat kalau menerima uang itu lakukan 3 D yakni dilihat, diraba dan diterawang," kata dia mengingatkan.
Berdasarkan data yang dihimpun BI Sumbar, pada umumnya transaksi uang palsu di Ranah Minang dilakukan pukul 20.00 WIB ke atas. Modus pelaku ialah menjual uang palsu secara online namun pembayaran dan penyerahan uang dilakukan secara tunai.
"Transaksinya dilakukan di stasiun pengisian bahan bakar umum atau pasar. Biasanya pelaku menyelipkan dua lembar pecahan Rp100 ribu uang palsu dalam nominal satu juta," jelas dia.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB