Gubernur: Indikator kinerja makro Sumbar 2023 melebihi target
Rabu, 3 Januari 2024 18:03 WIB
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. (ANTARA/HO-Biro Adpim Sumbar)
Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyebut sejumlah indikator kinerja makro provinsi itu pada 2023 melebihi target, di antaranya Indek Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka 75,64 persen yang menempatkan Sumbar di posisi tujuh tertinggi secara nasional.
Berbicara di Padang, Rabu, ia mengatakan Pemprov Sumbar menargetkan IPM pada 2023 bisa mencapai 73,23 persen, ternyata realisasi lebih tinggi yaitu 75,64 persen.
"IPM Sumbar pada 2023 itu juga lebih tinggi dari IPM pada 2022 yang berada pada posisi sembilan tertinggi nasional dengan nilai 74,26 persen," ujarnya.
Pada 2024, katanya, Pemprov Sumbar menargetkan nilai IPM 74,25 persen sesuai Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi 2023, dari target 4,57 persen secara keseluruhan tercapai 4,79 persen. Sedangkan indeks gini ratio atau jarak antara kaya dengan miskin cukup rendah. Dari target 0,296 persen, realisasinya mencapai 0,280 persen per Maret 2023.
Angka itu menempatkan Sumbar pada posisi tiga terendah di nasional. Artinya, jarak orang kaya dengan miskin di Sumbar tidak begitu tinggi.
Sementara tingkat kemiskinan di Sumbar berada pada angka 5,90 persen. Jumlah itu lebih baik dari target yang ditetapkan pada 2023 yaitu 6,16 persen. Hal itu menempatkan Sumbar pada posisi enam terendah secara nasional.
"Berdasarkan angka itu, jumlah penduduk miskin di Sumbar ditargetkan menurun menjadi 353,68 ribu jiwa, tapi realisasinya lebih baik hingga penduduk miskin pada 2023 menurun menjadi 340,37 ribu jiwa," ujarnya.
Terkait kemiskinan ekstrem, realisasi kinerja Pemprov Sumbar juga melebihi target. Dari target 0,50 persen terealisasi 0,41 persen dan ditargetkan pada 2024 menjadi nol persen.
Kemudian angka pengangguran terbuka pada 2023 cukup kecil. Ditargetkan bisa mencapai 6,45 persen pada 2023, tapi dengan berbagai upaya tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,94 persen.
Sementara itu realisasi pendapatan Pemprov Sumbar pada 2023 mencapai 96,10 persen dan realisasi belanja mencapai 93,18 persen dari total Rp6,7 triliun APBD 2023.
Lebih lanjut, selama tahun 2023 Pemprov Sumbar juga mendapatkan 37 penghargaan di tingkat nasional. Penghargaan terakhir yang diterima dari Komisi Informasi RI yakni mendapatkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023, sementara dari Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak berupa penghargaan Parahita Eka Praya (APE).
"Kita berharap kinerja pada 2024 akan lebih baik dari 2023," ujarnya.
Berbicara di Padang, Rabu, ia mengatakan Pemprov Sumbar menargetkan IPM pada 2023 bisa mencapai 73,23 persen, ternyata realisasi lebih tinggi yaitu 75,64 persen.
"IPM Sumbar pada 2023 itu juga lebih tinggi dari IPM pada 2022 yang berada pada posisi sembilan tertinggi nasional dengan nilai 74,26 persen," ujarnya.
Pada 2024, katanya, Pemprov Sumbar menargetkan nilai IPM 74,25 persen sesuai Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi 2023, dari target 4,57 persen secara keseluruhan tercapai 4,79 persen. Sedangkan indeks gini ratio atau jarak antara kaya dengan miskin cukup rendah. Dari target 0,296 persen, realisasinya mencapai 0,280 persen per Maret 2023.
Angka itu menempatkan Sumbar pada posisi tiga terendah di nasional. Artinya, jarak orang kaya dengan miskin di Sumbar tidak begitu tinggi.
Sementara tingkat kemiskinan di Sumbar berada pada angka 5,90 persen. Jumlah itu lebih baik dari target yang ditetapkan pada 2023 yaitu 6,16 persen. Hal itu menempatkan Sumbar pada posisi enam terendah secara nasional.
"Berdasarkan angka itu, jumlah penduduk miskin di Sumbar ditargetkan menurun menjadi 353,68 ribu jiwa, tapi realisasinya lebih baik hingga penduduk miskin pada 2023 menurun menjadi 340,37 ribu jiwa," ujarnya.
Terkait kemiskinan ekstrem, realisasi kinerja Pemprov Sumbar juga melebihi target. Dari target 0,50 persen terealisasi 0,41 persen dan ditargetkan pada 2024 menjadi nol persen.
Kemudian angka pengangguran terbuka pada 2023 cukup kecil. Ditargetkan bisa mencapai 6,45 persen pada 2023, tapi dengan berbagai upaya tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,94 persen.
Sementara itu realisasi pendapatan Pemprov Sumbar pada 2023 mencapai 96,10 persen dan realisasi belanja mencapai 93,18 persen dari total Rp6,7 triliun APBD 2023.
Lebih lanjut, selama tahun 2023 Pemprov Sumbar juga mendapatkan 37 penghargaan di tingkat nasional. Penghargaan terakhir yang diterima dari Komisi Informasi RI yakni mendapatkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023, sementara dari Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak berupa penghargaan Parahita Eka Praya (APE).
"Kita berharap kinerja pada 2024 akan lebih baik dari 2023," ujarnya.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Dapat dukungan penuh tangani bencana, Gubernur Mahyeldi sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo
03 February 2026 10:35 WIB
Gubernur Mahyeldi : Kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar Tahun 2026 Akan Difokuskan ke Daerah Terdampak Bencana
01 February 2026 13:15 WIB
Pemprov Sumbar siapkan langkah intervensi hadapi tekanan inflasi pasca bencana dan jelang ramadhan
22 January 2026 17:05 WIB
Bukittinggi berpeluang jadi Daerah Istimewa, Gubernur Sumbar minta kajian mendalam
21 January 2026 10:21 WIB