Lubukbasung (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (LPER-FEBUA) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) hasil akhir kajian Nilai Tukar Petani (NTP) di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, Senin (20/11).
 
Kepada Bappeda Agam Endrimelson di Lubuk Basung, Senin, mengatakan kegiatan itu diikuti 75 peserta dari organisasi perangkat daerah terkait. 
 
"Kegiatan itu juga dihadiri oleh Tim Pelaksana Kajian NTP LPER-FEBUA, Tim Enumantor NTP dan lainnya," katanya. 
 
Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim Pelaksana Kajian NTP dan berharap kerjasama terus berjalan.
 
"Besar harapan kami kerjasama terus berjalan tidak hanya sektor basis saja, tentu penelitian lainnya pada OPD di Agam," katanya. 
 
Ia mengatakan, kegiatan itu untuk menilai sejauh mana kesejahteraan petani yang dikenal dengan Nilai Tukar Petani (NTP). 
 
Aspek NTP yang dinilai antara lain harga produk pertanian, biaya produksi, keuntungan, faktor eksternal, kondisi geografis dan diversifikasi usaha.
 
"NTP merupakan perbandingan antara indeks harrga yang diterima petani (IT) terhadap indeks yang dibayar petani (IB). Jika laju peningkatan IT dari IB, makan NTP akan meningkat begitu sebaliknya," katanya. 
 
Ia menambahkan, pergerakan NTP tersebut akan dapat mengidentifikasi pergerakan tingkat kesejahteraan petani.
 
 Selain itu, sasaran yang akan dicapai dalam pembangunan pertanian menurut RPJMD 2021-2026 adalah meningkatnya pendapatan petani.
 
"Jika pendapatan petani meningkat, daya beli meningkat maka secara kumulatif akan mendukung meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat secara keseluruhan," katanya. 

Pewarta : Yusrizal
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024