Simpang Empat (ANTARA) -
Pertamina Sumatra Barat mengimbau ke warta Kabupaten Pasaman Barat agar menghubungi call center 135 jika menemukan pelanggaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menyikapi banyaknya keluhan masyarakat terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini.
 
"Kami akan terus pantau di lapangan terkait penyaluran BBM. Jika ada masyarakat menemukan pelanggaran silahkan hubungi call center Pertamina," kata Sales Branch Manager (SMB) Pertamina Rayon III Sumbar Dery saat dihubungi melalui telepon, Minggu (19/11).
 
Ia menegaskan suplai BBM ke SPBU yang ada di Pasaman Barat hingga saat ini tidak ada pengurangan.
 
"Saat ini kami memastikan alokasi pertalite di SPBU sesuai dengan kuota BPH Migas," tegasnya.
 
Pihaknya saat ini berkoordinasi dengan SPBU dan aparat penegak hukum untuk memastikan penyaluran BBM Jenis pertalite tepat sasaran ke masyarakat.
 
Mengenai antrean kendaraan di SPBU mereka menganalisa dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan BBM di masyarakat. 
 
"Kami ingin fokus agar penyaluran BBM subsidi ini tepat sasaran ke masyarakat," tegasnya.
 
Mengenai adanya dugaan oknum yang mengisi BBM berulangkali menyebabkan BBM langka pihaknya akan menindak tegas pelanggaran yang dilakukan oleh oknum SPBU atau masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang menemukan pelanggaran di SPBU silahkan laporkan ke 135 (Call Center Pertamina)," tegasnya.
 
Pihaknya juga memastikan adanya produk pengganti yaitu pertamax di setiap SPBU yang menjual jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) pertalite.
 
"Diharapkan ke masyarakat dapat melaporkan ke call center jika menemukan pelanggaran. Kami akan langsung turun ke bawah," tegasnya.
 
Kondisi di semua SPBU yang ada di Pasaman Barat saat ini terjadi antrean kendaraan untuk memperoleh BBM.
 
Warga mengaku kesulitan memperoleh BBM baik jenis solar maupun pertalite sejak dua pekan terakhir. ***1***

Pewarta : Altas Maulana
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024