Padang (ANTARA) - Didukung topografi padang rumput luas dan dikelilingi perbukitan, Sumatera Barat menjadi salah satu daerah di Pulau Sumatera yang cocok untuk pengembangan usaha peternakan kambing. Apalagi, ketersediaan bahan pakan sangat melimpah. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat tahun 2022 mencatat kenaikan jumlah populasi kambing. Pada tahun 2020 populasi hewan mamalia ini tercatat sebesar 249.438 ekor, dan di tahun 2021 naik menjadi 254.502 ekor. 

Artinya, terjadi peningkatan populasi kambing sebanyak 5.064 ekor dalam setahun. Dengan hal ini, tentunya peternakan kambing dapat dikembangkan menjadi usaha susu kambing untuk berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri. 

Produksi susu segar di Sumatera Barat dari tahun 2019 hingga 2021 juga mengalami kenaikan setiap tahunnya. Peningkatan produksi susu segar ini, menjadikan Ranah Minang sebagai empat daerah yang dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan konsumsi susu untuk masyarakat di Tanah Air. 

Kandungan susu kambing diketahui lebih sehat karena memiliki manfaat yang baik untuk tubuh manusia. Berdasarkan publikasi Mtcapra.com, kandungan laktosa dalam susu kambing membantu mengobati penyakit kelainan intoleransi laktosa

Sedangkan globula lemak bermanfaat dalam menambah energi pada tubuh manusia karena memiliki diameter partikel yang lebih kecil dari lima mikrometer sehingga mudah dicerna.

Rahmatiniangsih (2016) juga menegaskan bahwa dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing memiliki kandungan nutrisi lainnya di antaranya terdapat fluorin sebesar 10-100 kali yang berfungsi sebagai obat terapi dan antiseptik dalam menghambat pertumbuhan Bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang merupakan penyebab penyakit infeksi paru-paru.

Termasuk kandungan protein liposome yang berfungsi dalam melepas sel kulit mati. 
Ironisnya, meski manfaat susu kambing telah dikenal masyarakat, minat mengonsumsi susu kambing tidak setinggi minat pada susu sapi. 

Hal ini terjadi karena minimnya rekomendasi dan informasi. Oleh karena itu, perlu edukasi dari berbagai pihak memberikan informasi kepada masyarakat terkait pentingnya mengonsumsi susu kambing serta manfaatnya bagi kesehatan.
 
Hasil penelitian penulis di awal tahun 2023 menunjukkan food safety concern berpengaruh terhadap purchase intention fresh milk khususnya susu kambing. Menilik keunggulan susu kambing dibandingkan susu sapi dari segi manfaat untuk kesehatan, maka menarik untuk mendorong produksi susu kambing.

Masalah yang ada adalah kurang terbiasanya masyarakat mengomsumsi susu kambing, termasuk minimnya ketersediaan susu kambing di tingkat pasar atau tidak sebanyak susu sapi.

Hal yang bisa dilakukan adalah mengampanyekan susu kambing di masyarakat. Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap susu kambing maka secara otomatis tentunya akan mendorong peningkatan produksi karena peningkatan permintaan pasar.

Seperti disinggung di atas, kondisi alam yang mudah menyediakan pakan kambing, merupakan kekuatan yang dimiliki Sumatera Barat untuk mengembangkan produksi susu kambing. 

Karena pakan kambing adalah rumput atau sayuran yang tidak terlalu sulit ditanam. Hal itu juga akan berdampak pada pemanfaatan lahan yang tidak terlalu subur. 

Pengembangan peternakan dapat mendorong terbukanya pekerjaan baru yaitu peternakan itu sendiri, dan lainnya sebagai ikutan misalnya pemasok pakan kambing, industri pengolahan susu kambing dan pekerjaan distribusi dan pemasaran susu kambing dan olahannya.

Dengan terbukanya kesempatan berusaha akan mengurangi angka pengangguran yang semakin dirasakan di masyarakat akhir-akhir ini. Secara tradisional masyarakat Sumatera Barat telah terbiasa dengan daging kambing dan pandai memelihara kambing.

Sentuhan teknologi diperlukan agar peternakan kambing bisa lebih efektif dan efisien. Juga diperlukan teknologi pemanenan susu kambing dan pengolahan susu kambing.

Pemanfaatan susu kambing dengan keunggulan di atas akan mendongkrak nilai ekonomis ternak kambing. Pada akhirnya mendorong munculnya peternakan intensif berskala besar yang berujung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lebih pesat.

Pemerintah juga bisa mendorong terbentuknya komunitas peternak susu kambing yang bisa bersinergi untuk menggarap pasar yang otomatis meningkatkan produksi mereka. 

Penulis adalah Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Sumatera Barat, Prof Ratni Prima Lita.

Pewarta : Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekon
Editor : Muhammad Zulfikar
Copyright © ANTARA 2024