Pasaman (ANTARA) -
Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama mengunjungi Kampung Suka Mulya, Kabupaten Pasaman untuk menjemput aspirasi dari warga setempat sekaligus bersosialisasi terkait program pemerintah, Kamis.
 
Ade Rezki mengungkap dirinya memiliki keterikatan dengan warga di Jorong Sentosa, Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman itu karena sebelumnya telah diberikan gelar adat, Lubis.
 
"Banyak program yang telah kita bawa dari pusat untuk masyarakat Kabupaten Pasaman, tidak hanya pembangunan fisik berupa bedah rumah, jalan usaha tani, jalan, irigasi, dan bantuan balai latihan kerja namun juga bantuan dalam bidang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Ade Rezki.
 
Ia mengatakan selain bersilaturahmi, juga dilakukan ragam kegiatan sosialisasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) bersama mitra kerja dari BBPOM di Padang, BPJS Tenaga Kerja dan BP2MI. 
 
Ade Rezki Pratama yang kini menjabat sebagai anggota komisi IX DPR RI, merupakan anak angkat dari pasangan 
Rani Siagian dan sang suami Syamsir Lubis. Gelar Lubis diberikan warga sebelum diamanahkan sebagai Legislator RI.
 
"Gelar Lubis diberikan kepada Ade Rezki oleh warga Lubis dengan proses adat manortor atau adat Tapanuli Selatan 2014 silam, dan menjadi kebanggan kami," kata seorang warga, Siagian.
 
Sudah tiga hari Ade Rezki Pratama berada di Kabupaten Pasaman menjalankan tugasnya di Dapil Sumbar 2 bersama mitra kerja dari komisi IX DPR RI, ia bersama tim menyempatkan diri datang ke Kampung Suka Mulya untuk bertemu kerabat.
 
"Hari ini saya baru bisa bertemu dan melihat langsung paras wajah dan senyum indah sang anak. Meskipun lelah dan sibuk, Ade meluangkan waktu menyapa saudaranya disini," kata Rani.
 
Ade Rezki tampak berbagi keceriaan bersama remaja dan anak anak di kampungnya. Bahkan, teriakan bahagia dan tembang lagu dinyanyikan khusus untuk politisi muda itu.
 
Ke depan ia berharap, program pemerintah pusat untuk masyarakat di Dapil Sumbar 2 khususnya di Kabupaten Pasaman dapat dimaksimalkan.

Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024