Padang Aro (ANTARA) -
Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi mengatakan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat merupakan upaya pemerintah untuk mengantisipasi kemiskinan akibat kondisi perekonomian saat ini.
 
"Semua bantuan yang diberikan, baik oleh pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun pusat jangan disalahgunakan karena semuanya untuk kepentingan masyarakat," katanya, di Padang Aro, Sabtu. 
 
Dia mengatakan saat ini terjadi banyak gagal panen di daerah-daerah di Indonesia, ini menyebabkan berkurangnya pasokan beras hingga harga-harga melambung tinggi.
 
"Dengan adanya bantuan ini semoga bisa dimanfaatkan dan tidak disalahgunakan lalu disalahartikan karena dilakukan untuk mengantisipasi kemiskinan dari kondisi yang terjadi saat ini," ujarnya. 
 
Dia menjelaskan, Solok Selatan dan Sumatera Barat memang tidak terdampak tetapi di luar Sumatera terjadi gagal panen sehingga harga beras mahal dan kekurangan. 
 
Kabupaten Solok Selatan mendapatkan bantuan pangan sebanyak 11.493 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sebanyak 34.479 kilogram beras. 
 
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 10 kg untuk jangka waktu tiga bulan terhitung mulai bulan September sampai dengan November 2023. 
 
Keluarga Penerima Manfaat menyasar pada Program Keluarga Harapan (PKH)/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 
 
Secara rinci jumlah KPM per-kecamatan yakni Koto Parik Gadang Diateh sebanyak 2.182 KPM, Sungai Pagu 2.113 KPM, Pauh Duo 1.680 KPM, Sangir 2.813 KPM, Sangir Balai Janggo 642 KPM , Sangir Batang Hari 904 KPM, dan kecamatan Sangir Jujuan 1.159 KPM.
 

Pewarta : Erik Ifansya A
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024