​​​​​​​Bukittinggi (ANTARA) -
Pangkalan elpiji tabung 3 kilogram di Nagari Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menggelar operasi pasar untuk menekan kelangkaan dan melancarkan kebutuhan masyarakat setempat, Kamis.
 
"Kami dari pangkalan Fakhri Magek bersama agen penyalur PT Nuansa Ngarai Sianok sengaja menggelar operasi pasar ini di tengah fenomena langkanya elpiji, ini untuk membantu warga," kata pengelola pangkalan, Irvan Agus.
 
Untuk pemerataan pembagian ke masyarakat, operasi pasar elpiji itu dilakukan bekerjasama dengan pemerintahan nagari.
 
"Kami berkoordinasi dengan pemerintah nagari hingga terlaksana untuk membantu masyarakat yang saat ini kesulitan, syaratnya hanya Kartu Keluarga (KK)," katanya.
 
Ia menyebut gas elpiji 3 kilogram disalurkan tahap awal sebanyak 140 tabung dan dijual seharga Rp 17.900.
 
"Ini khusus untuk warga nagari, harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), kami mendapat jatah sesuai Delivery Order (DO) 140 tabung sebanyak dua kali seminggu, total 280 tabung," katanya.
 
Ia mengungkap kelangkaan elpiji 3 kilogram bukan karena kekurangan stok dari pangkalan.
 
"Kami heran juga dengan kelangkaan gas elpiji ini, jatah kami tetap sesuai DO masing-masing, kami mementingkan kebutuhan rumah tangga baru setelahnya pengecer dan UKM," ujarnya.
 
Direktur PT Nuansa Ngarai Sianok, Febri Zuanda menegaskan pihaknya tidak pernah mengurangi penyediaan elpiji di pangkalan.
 
"Kami membawahi 21 pangkalan aktif di Kabupaten Agam, alokasi tetap, tidak ada masalah, kenapa bisa hilang di peredaran," katanya.
 
Dengan program operasi pasar tabung elpiji 3 kilogram ia berharap mampu menangkal kelangkaan di tengah masyarakat.
 
"Alhamdulillah, terimakasih pihak pemerintah nagari dan pangkalan yang menggelar operasi tabung gas murah ini, mereka tidak mencari untung, di tempat lain bahkan sudah dijual Rp 35 ribu," kata salah seorang warga, Linda.
 

Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024