Sumbar butuh pengembangan transportasi publik untuk dukung pariwisata
Rabu, 24 Mei 2023 19:55 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi. (ANTARA/Dok Adpim Sumbar)
Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menyebut daerahnya perlu pengembangan moda transportasi publik untuk kelancaran arus distribusi orang dan barang guna menunjang sektor pariwisata.
"Pengembangan dan konektifitas moda transportasi Sumbar perlu kita pikirkan bersama, selain untuk penunjang pariwisata juga merupakan solusi untuk kemacetan di Sumbar," katanya di Padang, Rabu.
Ia mengatakan itu saat membuka acara Sosialisasi Penyuluhan Regulasi Perkeretaapian secara daring dari Padang.
Menurutnya moda transportasi yang perlu dikembangkan tersebut tidak hanya terbatas pada bus dan angkutan kota tapi juga kereta api, karena memiliki daya angkut lebih banyak dan telah memiliki infrastruktur dan jaringan luas di Sumbar.
"Reaktivasi jalur kereta api, bisa menjadi solusi untuk menekan angka kemacetan dan mempersingkat waktu tempuh untuk jalur padat seperti rute Padang-Bukittinggi sehingga wisatawan yang datang menjadi lebih nyaman," katanya.
Ia mengatakan selain rute Padang - Bukittinggi ada beberapa jalur di Sumbar yang telah memiliki infrastruktur KA seperti Lintas Naras - Sungai Limau, Lintas Kayu Tanam - Padang Panjang dan Padang Panjang - Batu Taba - Muaro Kalaban Sawahlunto, Lintas Muaro Kalaban-Muaro-arah Logas.
Ia mengakui, memang tidak semua dari jalur tersebut saat ini layak untuk dilalui karena sebagian ada yang telah diubah fungsinya oleh masyarakat menjadi rumah dan toko.
"Reaktivasi kereta api di Sumbar, memang menarik untuk dibahas tapi sulit untuk dieksekusi karena sebahagian dari jalur perlintasannya ada yang telah berubah fungsi menjadi rumah dan toko. Mengatasi hal tersebut tentu tidak mudah, perlu komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait," katanya.
Terkait dengan infrastruktur jalur kereta api dari Padang ke Pariaman, Gubernur memuji upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan, secara umum kondisinya sudah sangat bagus.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Mohamad Risal Wasal mengatakan kegiatan penyuluhan regulasi perkeretaapian ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kesadaran seluruh stakeholders untuk lebih proaktif dalam menjaga kebermanfaatan aset milik negara.
Ia menyebut jika memungkinkan bisa saja peluang untuk reaktivasi jalur kereta api ke berbagai daerah di Sumbar kita bicarakan kembali.
"Reaktivasi jalur kereta api ke berbagai daerah di Sumbar merupakan tantangan bagi pihak KAI. Studi sudah kami lakukan, tinggal kesepakatan kita bersama supaya percepatan itu bisa dilaksanakan," kata Risal.
Turut hadir pada acara tersebut, Direktur Keselamatan Perkeretapian, Bupati/Walikota Se-Sumbar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi dan kab/kota Se Sumbar, dan Kepala Perkeretaapian kelas II Kota Padang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sumbar butuh pengembangan transportasi publik dukung pariwisata
"Pengembangan dan konektifitas moda transportasi Sumbar perlu kita pikirkan bersama, selain untuk penunjang pariwisata juga merupakan solusi untuk kemacetan di Sumbar," katanya di Padang, Rabu.
Ia mengatakan itu saat membuka acara Sosialisasi Penyuluhan Regulasi Perkeretaapian secara daring dari Padang.
Menurutnya moda transportasi yang perlu dikembangkan tersebut tidak hanya terbatas pada bus dan angkutan kota tapi juga kereta api, karena memiliki daya angkut lebih banyak dan telah memiliki infrastruktur dan jaringan luas di Sumbar.
"Reaktivasi jalur kereta api, bisa menjadi solusi untuk menekan angka kemacetan dan mempersingkat waktu tempuh untuk jalur padat seperti rute Padang-Bukittinggi sehingga wisatawan yang datang menjadi lebih nyaman," katanya.
Ia mengatakan selain rute Padang - Bukittinggi ada beberapa jalur di Sumbar yang telah memiliki infrastruktur KA seperti Lintas Naras - Sungai Limau, Lintas Kayu Tanam - Padang Panjang dan Padang Panjang - Batu Taba - Muaro Kalaban Sawahlunto, Lintas Muaro Kalaban-Muaro-arah Logas.
Ia mengakui, memang tidak semua dari jalur tersebut saat ini layak untuk dilalui karena sebagian ada yang telah diubah fungsinya oleh masyarakat menjadi rumah dan toko.
"Reaktivasi kereta api di Sumbar, memang menarik untuk dibahas tapi sulit untuk dieksekusi karena sebahagian dari jalur perlintasannya ada yang telah berubah fungsi menjadi rumah dan toko. Mengatasi hal tersebut tentu tidak mudah, perlu komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait," katanya.
Terkait dengan infrastruktur jalur kereta api dari Padang ke Pariaman, Gubernur memuji upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan, secara umum kondisinya sudah sangat bagus.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Mohamad Risal Wasal mengatakan kegiatan penyuluhan regulasi perkeretaapian ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kesadaran seluruh stakeholders untuk lebih proaktif dalam menjaga kebermanfaatan aset milik negara.
Ia menyebut jika memungkinkan bisa saja peluang untuk reaktivasi jalur kereta api ke berbagai daerah di Sumbar kita bicarakan kembali.
"Reaktivasi jalur kereta api ke berbagai daerah di Sumbar merupakan tantangan bagi pihak KAI. Studi sudah kami lakukan, tinggal kesepakatan kita bersama supaya percepatan itu bisa dilaksanakan," kata Risal.
Turut hadir pada acara tersebut, Direktur Keselamatan Perkeretapian, Bupati/Walikota Se-Sumbar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi dan kab/kota Se Sumbar, dan Kepala Perkeretaapian kelas II Kota Padang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sumbar butuh pengembangan transportasi publik dukung pariwisata
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jasa Raharja berangkatkan ribuan pemudik moda kereta api ke sejumlah daerah
03 April 2024 10:41 WIB, 2024
Pakar : Integrasi kereta api dengan moda lain perlu diwujudkan di Sumbar
15 November 2021 15:09 WIB, 2021
Anda ingin bepergian dengan moda transportasi udara? Berikut aturan barunya
20 July 2021 11:40 WIB, 2021
Wapres JK sebut moda transportasi udara relatif aman dibandingkan darat dan laut
30 October 2018 15:04 WIB, 2018
"Moda Transportasi Terintegrasi Bakal Kurangi Kemacetan," kata Presiden
02 January 2018 11:50 WIB, 2018