Jelang hari besar keagamaan, masyarakat diminta cerdas akses pinjaman online
Selasa, 21 Maret 2023 15:38 WIB
Arsip foto - Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Kristrianti Puji Rahayu diwawancarai wartawan di Nusa Dua, Bali, Kamis (16/3/2023). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Denpasar (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Bali dan Nusa Tenggara meminta masyarakat untuk cerdas saat mengakses pinjaman daring (pinjaman online/pinjol) menjelang hari besar keagamaan.
“Pertama, masyarakat harus cerdas, cek legalitas dan logis,” kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Kristrianti Puji Rahayu di Denpasar, Selasa.
Ia meminta masyarakat untuk memastikan registrasi perusahaan pinjaman daring atau perusahaan teknologi keuangan (fintech) yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman (peer to peer/P2P lending).
Regulator itu mengimbau masyarakat untuk menghubungi kontak 157 atau melalui layanan pesan berbasis aplikasi di 081-157157157 untuk memastikan perusahaan pinjaman daring itu terdaftar (legal) atau bodong.
Selain itu, ia juga mengimbau untuk logis terutama terkait besaran bunga yang ditawarkan.
Berdasarkan data OJK, perusahaan teknologi keuangan P2P lending sampai Januari 2023, terdapat 102 yang berizin dari regulator itu.
P2P lending itu menawarkan penyederhanaan proses pinjaman, terutama bagi mereka yang memiliki akses terbatas ke layanan perbankan.
Dengan penerapan inovasi teknologi dan informasi, pencairan pinjaman dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
Sementara itu, data statistik OJK fintech lending pada Januari 2023 mencatat total penyaluran pinjaman perusahaan teknologi keuangan secara nasional mencapai Rp18,7 triliun.
Dari jumlah itu, untuk wilayah Bali pada Januari 2023 tercatat penyaluran pinjaman kepada penerima mencapai Rp264,3 miliar kepada 205 ribu penerima berdasarkan akun.
Apabila dibandingkan pada Januari 2022, terjadi peningkatan dari sisi jumlah nominal penyaluran pinjaman yakni sebesar Rp180,3 miliar kepada 164 ribu penerima.
Ada pun akumulasi jumlah rekening pemberi pinjaman sebanyak 15.274 rekening atau meningkat dibandingkan Januari 2022 mencapai 13.627 rekening.
Sedangkan akumulasi jumlah rekening penerima pinjaman pada Januari 2023 mencapai 1 juta rekening atau melesat dibandingkan Januari 2022 mencapai 648 ribu rekening.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK minta masyarakat cerdas akses pinjaman daring
“Pertama, masyarakat harus cerdas, cek legalitas dan logis,” kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Kristrianti Puji Rahayu di Denpasar, Selasa.
Ia meminta masyarakat untuk memastikan registrasi perusahaan pinjaman daring atau perusahaan teknologi keuangan (fintech) yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman (peer to peer/P2P lending).
Regulator itu mengimbau masyarakat untuk menghubungi kontak 157 atau melalui layanan pesan berbasis aplikasi di 081-157157157 untuk memastikan perusahaan pinjaman daring itu terdaftar (legal) atau bodong.
Selain itu, ia juga mengimbau untuk logis terutama terkait besaran bunga yang ditawarkan.
Berdasarkan data OJK, perusahaan teknologi keuangan P2P lending sampai Januari 2023, terdapat 102 yang berizin dari regulator itu.
P2P lending itu menawarkan penyederhanaan proses pinjaman, terutama bagi mereka yang memiliki akses terbatas ke layanan perbankan.
Dengan penerapan inovasi teknologi dan informasi, pencairan pinjaman dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
Sementara itu, data statistik OJK fintech lending pada Januari 2023 mencatat total penyaluran pinjaman perusahaan teknologi keuangan secara nasional mencapai Rp18,7 triliun.
Dari jumlah itu, untuk wilayah Bali pada Januari 2023 tercatat penyaluran pinjaman kepada penerima mencapai Rp264,3 miliar kepada 205 ribu penerima berdasarkan akun.
Apabila dibandingkan pada Januari 2022, terjadi peningkatan dari sisi jumlah nominal penyaluran pinjaman yakni sebesar Rp180,3 miliar kepada 164 ribu penerima.
Ada pun akumulasi jumlah rekening pemberi pinjaman sebanyak 15.274 rekening atau meningkat dibandingkan Januari 2022 mencapai 13.627 rekening.
Sedangkan akumulasi jumlah rekening penerima pinjaman pada Januari 2023 mencapai 1 juta rekening atau melesat dibandingkan Januari 2022 mencapai 648 ribu rekening.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK minta masyarakat cerdas akses pinjaman daring
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 WNA kendalikan sindikat judi daring di Bali, patroli siber Polisi bongkar jaringannya
07 February 2026 14:16 WIB
Sudut Pandang gelar seminar implikasi tipikor terhadap hukum dan ekonomi
08 September 2025 17:34 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB