Padang (ANTARA) - Anggota DPRD Sumatera Barat Desrio Putra meminta pemerintah provinsi atau pemerintah kota kabupaten serius dalam mengelola situs cagar budaya yang ada di daerah mereka sehingga terpelihara dengan baik.
"Kalau peduli dengan cagar budaya tentu mereka ikut menjaga agar cagar budaya yang ada terpelihara dengan baik," kata dia saat melakukan reses di Masjid Raya Ganting di Padang, Sabtu.
Ia mencontohkan Masjid Raya Ganting di Kota Padang yang berumur ratusan tahun ini mengalami kerusakan namun pemerintah dalam hal ini tidak hadir dalam memberikan pemeliharaan bangunan tersebut.
Menurut Masjid Raya Ganting ini merupakan masjid tertua di Kota Padang dan ia menilai pemerintah tidak memiliki keinginan dan keseriusan dalam melakukan perawatan.
"Kita mengerti anggaran pemerintah itu terbatas sehingga pembangunan skala prioritas yang dilakukan. Perbaikan Masjid Raya Ganting ini tentu bukan prioritas karena buktinya diabaikan," kata dia.
Desrio akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta di APBD Sumbar 2024 yang diusulkan untuk memperbaiki plafon masjid.
"Anggaran ini berasal dari dana pokok pikiran yang akan disalurkan pada 2024, kita usulkan di tahun ini untuk dialokasikan pada tahun 2024," kata dia.
Selain itu Desrio menjelaskan kegiatan reses ini bukan kegiatan politik namun untuk menampung aspirasi warga masyarakat yang nantinya dapat dituangkan dalam bentuk program pemerintah.
"Aspirasi yang masuk nanti akan diperjuangkan dalam program pemerintah agar dicarikan solusi," kata dia.
Sementara Pengurus Masjid Raya Ganting Kota Padang, Tanjung mengatakan usia masjid ini sudah ratusan tahun dan memang banyak yang mengalami kerusakan.
"Saat ini kondisi plafon ini agak parah bahkan mengalami kebocoran saat hari hujan," kata dia.
Ia mengatakan masjid ini cagar budaya yang harusnya ada biaya perawatan dari pemerintah dan sudah dua tahun berjalan dirinya menjadi pengurus dan sebelumnya juga belum ada dana yang dikeluarkan pemerintah dalam melakukan perbaikan.
Menurut dia masjid ini mengalami kerusakan berat saat gempa 2009 dan seluruh tonggak masjid diperbaiki dengan dana bantuan Bank Mandiri saat itu. Begitu juga tempat wudhu laki-laki juga diperbaiki dengan dana dari BNPB waktu itu.
"Kini dana bantuan tidak ada dan kami berharap melalui Desrio bisa menyuarakan aspirasi kami di sini," kata dia.