Pergerakan harga pangan di Padang Panjang tidak signifikan
Senin, 20 Februari 2023 15:54 WIB
Kabag Perekonomian dan SDA Setdako Padang Panjang, Putra Dewangga (ANTARA/HO-Diskominfo Padang Panjang)
Padang Panjang (ANTARA) - Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menurut data BPS mengalami penurunan dari angka 2,70 persen pada pekan lalu menjadi 2,14 persen untuk minggu kini atau turun sebesar 0,56 persen, kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumberdaya Alam pemerintah setempat, Putra Dewangga.
" Hal ini menandakan pergerakan harga di Padang Panjang, perkembangannya tidak terlalu signifikan. Hanya beberapa persen saja. Dengan demikian bisa kita katakan kondisinya relatif stabil dibandingkan dari minggu lalu, katanya di Padang Panjang, Senin.
Namun demikian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat akan terus melakukan pemantauan harga dan stok pangan serta publikasi harga setiap hari, termasuk memantau ketersediaan pasokan pangan di lapangan.
Jika ditemukan indikasi yang mencurigakan seperti penimbunan, katanya akan dilakukan sidak pasar oleh dinas terkait.
“Untuk itu kami mengimbau kepada para pedagang untuk menyampaikan informasi harga dengan benar kepada tim yang turun ke lapangan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kenaikan harga yang signifikan, seperti penimbunan dan lain-lain..
Sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian, katanya meminta pemerintah daerah untuk memperketat pantauan harga komoditas dengan bekerja sama dengan TPID, sehingga inflasi khususnya di Padang Panjang dapat terkendali.
" Hal ini menandakan pergerakan harga di Padang Panjang, perkembangannya tidak terlalu signifikan. Hanya beberapa persen saja. Dengan demikian bisa kita katakan kondisinya relatif stabil dibandingkan dari minggu lalu, katanya di Padang Panjang, Senin.
Namun demikian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat akan terus melakukan pemantauan harga dan stok pangan serta publikasi harga setiap hari, termasuk memantau ketersediaan pasokan pangan di lapangan.
Jika ditemukan indikasi yang mencurigakan seperti penimbunan, katanya akan dilakukan sidak pasar oleh dinas terkait.
“Untuk itu kami mengimbau kepada para pedagang untuk menyampaikan informasi harga dengan benar kepada tim yang turun ke lapangan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kenaikan harga yang signifikan, seperti penimbunan dan lain-lain..
Sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian, katanya meminta pemerintah daerah untuk memperketat pantauan harga komoditas dengan bekerja sama dengan TPID, sehingga inflasi khususnya di Padang Panjang dapat terkendali.
Pewarta : Isril Naidi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Pasaman Barat gelar latihan pengendalian massa tingkatkan kesiapsiagaan
15 April 2026 19:37 WIB
Perkuat pengendalian alih fungsi lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan peta LSD baru di 17 provinsi
07 April 2026 20:10 WIB
Kasi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Pertanahan Pasaman hadiri sidang Perdata di PN Lubuk Sikaping
13 February 2026 9:45 WIB
Wawako Solok ikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2026 secara virtual
30 January 2026 22:20 WIB
Rakor Pengendalian Karhutla Sumbar rumuskan strategi penanganan pada 2026
24 November 2025 12:14 WIB
Wako Fadly Amran tandatangani Rencana Aksi Efektivitas Pengendalian Korupsi Tahun 2025
27 October 2025 13:35 WIB
Pemkot Padang dorong percepatan pengadaan tanah pengendalian banjir Batang Kandis
08 October 2025 18:48 WIB