Apindo yakin 2023 ekonomi Indonesia tak akan resesi
Rabu, 14 Desember 2022 10:39 WIB
Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani memberikan sambutan pada Musyawarah Provinsi VII Apindo Sumbar di Padang, Selasa . (Antara/Ikhwan Wahyudi)
Padang (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meyakini pada 2023 ekonomi Indonesia tetap bertahan dan tidak akan mengalami resesi sebagaimana kekhawatiran sejumlah pihak.
"Kalau resesi tidak ya, yang perlu menjadi perhatian adalah pertumbuhan yang merata dan dinikmati sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa .
Ia menyampaikan hal itu pada Musyawarah Provinsi VII Apindo Sumbar dengan tema "Penguatan Dunia Usaha Dunia Industri Dalam menghadapi Resesi Ekonomi Global."
Menurut dia, jika ekonomi bertumbuh namun pada sisi lain masih ada warga yang perlu disubsidi, artinya pertumbuhan tersebut tidak merata.
"Kami ingin mewujudkan pertumbuhan yang merata, ini yang menjadi perhatian Apindo," kata dia.
Oleh sebab itu salah satu yang menjadi persoalan yang perlu dicermati Apindo adalah penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP).
Jika penetapan upah minimum melampaui kemampuan pemberi kerja, kata dia, maka ini juga akan menjadi persoalan karena lapangan kerja menjadi susut.
"Padahal saat ini kita tengah melakukan pemulihan usai pandemi dengan membuka kembali lapangan kerja," kata Haryadi.
Oleh sebab itu dalam penetapan upah minimum, lanjutnya, harus berdasarkan data di lapangan bukan sebatas keputusan politik semata.
Ia juga menyoroti kerap terjadi salah kaprah dalam memahami upah minimum provinsi yang kadang dipandang rendah.
"Upah minimum itu diberikan kepada pekerja baru yang sebelumnya belum pernah bekerja dan masa kerjanya di bawah satu tahun, kalau sudah lebih maka bukan upah minimum lagi , jenjangnya sudah beda," kata dia.
Sejalan dengan itu Ketua Apindo Sumbar Muzakir Aziz juga menyoroti upah minimum yang dinilai tidak adil bagi pengusaha dan juga tidak adil para pekerja.
"Tidak mungkin sama UMP satu daerah sama dengan daerah lain. Jangan samakan upah minimum Padang dengan Mentawai dan lainnya," kata Muzakir.
Menurut dia, kondisi di satu daerah tidak sama, sehingga UMP tidak bisa disamakan karena erat kaitannya dengan inflasi.
"Kalau resesi tidak ya, yang perlu menjadi perhatian adalah pertumbuhan yang merata dan dinikmati sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa .
Ia menyampaikan hal itu pada Musyawarah Provinsi VII Apindo Sumbar dengan tema "Penguatan Dunia Usaha Dunia Industri Dalam menghadapi Resesi Ekonomi Global."
Menurut dia, jika ekonomi bertumbuh namun pada sisi lain masih ada warga yang perlu disubsidi, artinya pertumbuhan tersebut tidak merata.
"Kami ingin mewujudkan pertumbuhan yang merata, ini yang menjadi perhatian Apindo," kata dia.
Oleh sebab itu salah satu yang menjadi persoalan yang perlu dicermati Apindo adalah penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP).
Jika penetapan upah minimum melampaui kemampuan pemberi kerja, kata dia, maka ini juga akan menjadi persoalan karena lapangan kerja menjadi susut.
"Padahal saat ini kita tengah melakukan pemulihan usai pandemi dengan membuka kembali lapangan kerja," kata Haryadi.
Oleh sebab itu dalam penetapan upah minimum, lanjutnya, harus berdasarkan data di lapangan bukan sebatas keputusan politik semata.
Ia juga menyoroti kerap terjadi salah kaprah dalam memahami upah minimum provinsi yang kadang dipandang rendah.
"Upah minimum itu diberikan kepada pekerja baru yang sebelumnya belum pernah bekerja dan masa kerjanya di bawah satu tahun, kalau sudah lebih maka bukan upah minimum lagi , jenjangnya sudah beda," kata dia.
Sejalan dengan itu Ketua Apindo Sumbar Muzakir Aziz juga menyoroti upah minimum yang dinilai tidak adil bagi pengusaha dan juga tidak adil para pekerja.
"Tidak mungkin sama UMP satu daerah sama dengan daerah lain. Jangan samakan upah minimum Padang dengan Mentawai dan lainnya," kata Muzakir.
Menurut dia, kondisi di satu daerah tidak sama, sehingga UMP tidak bisa disamakan karena erat kaitannya dengan inflasi.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Minyak di Asia naik karena inflasi AS yang melambat redakan ketakutan resesi
01 February 2023 15:20 WIB, 2023
Rupiah Jumat pagi dibuka tertekan 28 poin ke posisi Rp14.975 per dolar AS
27 January 2023 10:39 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Jumat pagi ditutup di zona hijau, data PDB redakan kekhawatiran resesi
27 January 2023 6:42 WIB, 2023
Harga minyak dunia jatuh karena ambil untung di tengah kekhawatiran ekonomi global
25 January 2023 6:41 WIB, 2023
IHSG Jumat pagi turun ke posisi 6.619,12 seiring pasar khawatirkan tingginya risiko resesi global
06 January 2023 10:22 WIB, 2023
Emas naik tajam karena kekhawatiran resesi ekonomi global, logam kuning jadi investasi aman
04 January 2023 6:52 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB