Saham-saham Wall St beragam, indeks S&P dan Nasdaq memperpanjang penurunan
FILE PHOTO: Raindrops hang on a sign for Wall Street outside the New York Stock Exchange in Manhattan in New York City, New York, U.S., October 26, 2020. REUTERS/Mike Segar/File Photo/File Photo (REUTERS/MIKE SEGAR)
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,58 poin atau 0,005 persen, menjadi menetap di 33.597,92 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 7,34 poin atau 0,19 persen, menjadi berakhir di 3.933,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 56,34 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir pada 10.958,55 poin.
Tiga dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor perawatan kesehatan salah satunya. Sektor teknologi dan jasa-jasa komunikasi, masing-masing turun 0,5 persen dan 0,9 persen, merupakan sektor yang berkinerja terburuk.
Untuk indeks acuan S&P 500, itu adalah penurunan sesi kelima berturut-turut, sedangkan Nasdaq berakhir turun untuk keempat kalinya berturut-turut. Dow menghentikan penurunan beruntun dua sesi, karena berakhir naik tipis dari hari sebelumnya.
Nasdaq terseret oleh penurunan 1,4 persen Apple Inc karena pemotongan target pengiriman iPhone oleh Morgan Stanley dan penurunan 3,2 persen Tesla Inc karena kekhawatiran kerugian produksi.
Pasar juga telah diguncang oleh komentar suram dari para eksekutif puncak di Goldman Sachs Group Inc, JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp pada Selasa (6/12/2022) bahwa resesi ringan hingga lebih parah kemungkinan besar berada di depan.
Kekhawatiran bahwa bank sentral AS mungkin mempertahankan siklus kenaikan suku bunga yang lebih lama telah meningkat baru-baru ini setelah laporan pekerjaan dan sektor jasa-jasa yang kuat.
Lebih banyak data ekonomi, termasuk klaim pengangguran mingguan, indeks harga produsen dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan minggu ini, akan berada dalam daftar pantauan untuk petunjuk tentang apa yang diharapkan dari Fed pada 14 Desember.
"Rasanya kita berada dalam periode yang sangat tidak pasti, di mana investor mencoba untuk memastikan apa yang lebih penting ketika pembuat kebijakan memperlambat suku bunga tetapi data tidak mendukung," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.
"Pasar sedang mencoba untuk menyeimbangkan headwinds dan tailwinds dan ini menyebabkan beberapa kebingungan."
Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, ditutup pada 22,68, penutupan tertinggi sejak 18 November.
Pelaku pasar uang memperkirakan peluang 91 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuan utamanya sebesar 50 basis poin pada Desember menjadi 4,25 persen-4,50 persen, dengan suku bunga memuncak pada Mei 2023 sebesar 4,93 persen.
Kekhawatiran tentang kenaikan tajam dalam biaya pinjaman telah mendorong dolar, tetapi merusak permintaan untuk aset-aset berisiko seperti ekuitas tahun ini. S&P 500 berada di jalur untuk menghentikan kemenangan beruntun tiga tahun.
Energi turun untuk sesi kelima berturut-turut. Kinerja sektor ini dibebani oleh penurunan harga minyak mentah AS, menetap di level terendah pada 2022, karena kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global menghapus semua keuntungan sejak invasi Rusia ke Ukraina memperburuk krisis pasokan energi global terburuk dalam beberapa dekade.
Carvana Co mengalami hari terburuknya sebagai perusahaan publik, kehilangan hampir setengah nilai sahamnya, setelah Wedbush menurunkan peringkat saham pengecer mobil bekas itu menjadi underperform (berkinerja buruk) dari netral dan memangkas target harganya menjadi 1,0 dolar AS.
Sementara itu, United Airlines diperdagangkan 4,1 persen lebih rendah. Serikat pekerja yang mewakili berbagai pekerja di maskapai penerbangan itu mengatakan mereka akan bergabung dalam negosiasi kontrak.
Saham terkait perjalanan umumnya turun. Delta Air Lines dan American Airlines Group masing-masing anjlok 4,4 persen dan 5,4 persen, dengan operator pelayaran kapal pesiar Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line Holdings dan akomodasi- terkait Airbnb Inc dan Booking Holdings semuanya turun antara 1,7 persen dan 4,4 persen.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,29 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,98 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (*)
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wall St ditutup beragam, indeks S&P dan Nasdaq perpanjang penurunan
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-Amerika Serikat
09 April 2025 9:18 WIB
Saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Dow bukukan kenaikan hari kedelapan
20 July 2023 7:41 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Selasa pagi sebagian besar turun terseret saham bank, Nasdaq menguat
14 March 2023 7:09 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam, investor bidik data pekerjaan mendatang
09 March 2023 7:11 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Selasa pagi ditutup beragam jelang kesaksian Powell, laporan pekerjaan
07 March 2023 6:34 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Jumat pagi menetap lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi melemah
03 March 2023 6:20 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB