Nelayan Pariaman mulai melaut setelah dua pekan dihadang cuaca buruk
Senin, 28 November 2022 13:38 WIB
Nelayan memasukkan ikan hasil tangkapan ke dalam kotak di Muara Gandoriah, Kota Pariaman, Sumbar. (ANTARA/Aadiaat M.S)
Pariaman, (ANTARA) - Para nelayan di Kota Pariaman, Sumatera Barat mulai turun melaut secara normal pada Senin (28/11) setelah lebih dua pekan dihadang cuaca buruk yang menyebabkan nelayan tidak bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.
"Sudah 15 hari nelayan tidak bisa melaut, alhamdulillah sejak empat hari terakhir nelayan mulai turun, dan hari ini hampir semua nelayan sudah normal melaut," kata Ketua Kelompok Nelayan Sumbar Riau Oyong Chandra di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan cuaca buruk telah melanda daerah itu sejak 11- 24 November 2022. Selama itu pula nelayan tidak bisa melaut dan hanya bisa mengisi kegiatan seperti memperbaiki perlengkapan alat tangkap serta ada yang menjadi kuli bangunan untuk dapat pemasukan.
Setelah cuaca mulai membaik hasil tangkapan nelayan juga sudah mulai banyak, bahkan dalam satu hari bisa mencapai 320 kilogram ikan tongkol.
"Meskipun tangkapan belum banyak tapi sudah lumayan setelah sekian lama tidak bisa melaut," katanya.
Cuaca buruk yang melanda dua pekan lalu sebenarnya tidak separah tahun-tahun sebelumnya, namun tetap saja nelayan tidak bisa melaut karena pertimbangan keselamatan.
Menurutnya beberapa hari dalam sebulan biasanya nelayan juga tidak melaut karena cuaca buruk, namun pada bulan ini cuaca buruk termasuk lama mencapai 14 hari.
Sementara Ketua Kelompok Nelayan Fiyo Suki, Ardison mengatakan meskipun perairan laut Pariaman dilanda cuaca ekstrem, namun ada juga nelayan yang berani melaut.
"Ketika hujan reda nelayan memberanikan diri melaut, tapi hasil tangkapannya tidak banyak karena hujan reda hanya sebentar. Mereka segera kembali ke pantai," ujarnya.
Sebelumnya, nelayan di Kota Pariaman tidak bisa melaut akibat cuaca buruk menerjang daerah itu semenjak Jumat (11/11).
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Dasril melalui Kepala Bidang Kelautan Citra Aditur Bahri di Pariaman mengatakan cuaca Pariaman dan sekitarnya turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bahkan terkadang disertai angin kencang.
Akibat kondisi ini para melayan tidak bisa melaut dan kegiatan harian mereka isi untuk memperbaiki alat tangkap serta berkumpul dengan teman sesama nelayan di warung-warung dekat rumahnya masing-masing. (*)
"Sudah 15 hari nelayan tidak bisa melaut, alhamdulillah sejak empat hari terakhir nelayan mulai turun, dan hari ini hampir semua nelayan sudah normal melaut," kata Ketua Kelompok Nelayan Sumbar Riau Oyong Chandra di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan cuaca buruk telah melanda daerah itu sejak 11- 24 November 2022. Selama itu pula nelayan tidak bisa melaut dan hanya bisa mengisi kegiatan seperti memperbaiki perlengkapan alat tangkap serta ada yang menjadi kuli bangunan untuk dapat pemasukan.
Setelah cuaca mulai membaik hasil tangkapan nelayan juga sudah mulai banyak, bahkan dalam satu hari bisa mencapai 320 kilogram ikan tongkol.
"Meskipun tangkapan belum banyak tapi sudah lumayan setelah sekian lama tidak bisa melaut," katanya.
Cuaca buruk yang melanda dua pekan lalu sebenarnya tidak separah tahun-tahun sebelumnya, namun tetap saja nelayan tidak bisa melaut karena pertimbangan keselamatan.
Menurutnya beberapa hari dalam sebulan biasanya nelayan juga tidak melaut karena cuaca buruk, namun pada bulan ini cuaca buruk termasuk lama mencapai 14 hari.
Sementara Ketua Kelompok Nelayan Fiyo Suki, Ardison mengatakan meskipun perairan laut Pariaman dilanda cuaca ekstrem, namun ada juga nelayan yang berani melaut.
"Ketika hujan reda nelayan memberanikan diri melaut, tapi hasil tangkapannya tidak banyak karena hujan reda hanya sebentar. Mereka segera kembali ke pantai," ujarnya.
Sebelumnya, nelayan di Kota Pariaman tidak bisa melaut akibat cuaca buruk menerjang daerah itu semenjak Jumat (11/11).
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Dasril melalui Kepala Bidang Kelautan Citra Aditur Bahri di Pariaman mengatakan cuaca Pariaman dan sekitarnya turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bahkan terkadang disertai angin kencang.
Akibat kondisi ini para melayan tidak bisa melaut dan kegiatan harian mereka isi untuk memperbaiki alat tangkap serta berkumpul dengan teman sesama nelayan di warung-warung dekat rumahnya masing-masing. (*)
Pewarta : Aadiaat MS
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siap Hadirkan Listrik Andal di Bulan Suci, PLN Gencarkan Pembersihan Jaringan
14 February 2026 20:43 WIB
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Pemkot Pariaman latih pelaku UMKM produksi kue-minuman kekinian berbasis lokal
10 February 2026 18:40 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB